Home » » GGS Part 1

GGS Part 1



                              
"Whuaaaa... GGS cowok-cowoknya ganteng bingiiiiit!"
Sinetron GGS sedang marak diperbincangkan oleh remaja akhir-akhir ini. Sinetron yang ditayangkan setiap hari oleh salah satu televisi swasta ini menghadirkan tema yang klise yaitu kehidupan remaja kota dengan dibalut kisah mistis lantaran ada sosok vampir dan juga manusia serigala. (Pasti plagiat dari Twilight, deh!)
Kabarnya nih saking digemarinya, cewek bernama Midaa Maulida Waahid yang hobi bingiiit dengan nyanyi itu juga gak mau beranjak dari televisi. Sehingga agenda rapat BSUD di cuekin olehnya. "Padahal malam hari itu jadwalnya rapat BSUD, Pak!" seru Opi Priagung Heryana yang saat itu menjadi ketua BSUD satu kelompok dengan Mida, mengutarakan kekesalannya pada Ayah Lilo ketika BSUD.
Tapi tahukah hai anak-anakku tercinta!

Di SMATA, Ayah Lilo juga menemukan sosok GGS. Alias Ganteng-Gantengnya SMATA. (Seriusan, Lho!). Pokoknya gak kalah ganteng dibandingkan dengan Tristan, Digo maupun Yasha. Apalagi sosok ini tidak akan mengambil darah suci yang terdapat dalam tubuh Nayla
Ayah Lilo sebut saja namanya ya! dia adalah (jreng... jreeng) Ri to the O. RIO. Iya... Rio. Rio Prasetyo lengkapnya. Anak kelas Doa Ibu. Semua orang se-SMATA sepakat dong kalau cowok yang satu ini gantengnya tingkat ketua Yayasan. Wajahnya good looking, rambut ikal unik. Ada garis-garis kemanisan, kekaleman, keteduhan, dan kedewasaan yang tercermin dari kepribadiannya. (Ayooo mana teriak histerisnya). Hahaha...
Ngomongin anak yang satu ini Ayah Lilo jadi ingat betul ketika pertama kali mengenal sosok Rio. Pertama kali masuk ke kelas x. (Rio masih duduk di kelas X). Ketika itu ada satu anak 'biang' keributan. Kelas menjadi gaduh dan dibuatnya pengang kuping Ayah. Ayah coba diam, dia ikut diam. Ayah kembali mengajar, dia ikut gaduh. sungguh dibuat kewalahan Ayah saat itu. Bahkan boleh di kata hampir menyerah. Ingin saat itu Ayah keluar kelas dan terjun bebas dari lantai dua SMATA. Hahahaha... (Ihhh... Wendy lebay deh! Oke fix)
Itu Rio yang dulu. Rio yang sekarang adalah Rio yang matang. Yang hampir ranum dan siap dipetik dari pohonnya. Rio kini melentik. Jiwa kepemimpinannya mulai merekah. Kedewasaannya mulai terbentuk. Rio sekarang bisa bertanggung jawab ketika diberikan amanah.
Rio, anak Ayah yang Ayah banggakan! Benar-benar bangga. Ayah masih ingat betul, Nak! Ayah mulai melihat potensimu ketika kita bersama-sama refreshing berenang ke Keong plus 'babacakan' dengan teman-teman sekelas Doa Ibu. Ayah memberikan amanah untuk mengkoordinir kegiatan tersebut. Dan Subhanallah...! Kamu sanggup menggerakkan teman-temanmu yang lainnya. Hingga acaranya sukses, tanpa cacat. semua pulang dengan kepuasan masing-masing.
Sejak itu, Ayah Lilo semakin yakin bahwa setiap orang pasti berubah suatu saat karena proses. Itu ditunjang dengan kemauan Rio sendiri yang mau berproses. Kini Rio siap mekar untuk menjadi pribadi dewasa dengan tangan besinya yang sanggup menggerakkan teman-temannya ke arah kebaikan.
Ssst...! Satu hal lagi yang harus di catat dari sosok Rio, jangan pernah coba-coba ngegebet dia ya. Karena dia akan cuek bebek. Apalagi nyuruh dia berpenampilan modis. Ah, enggak banget deh pokoknya. Dia akan cuek sama akhwat. Mungkin sekalinya peduli sama itu akhwat bakalan langsung di ajak nikah kali ya. hahaha... di aminin aja yuk!
RIO PRASETYO. Ganteng dan berjiwa pemimpin, layak untuk jadi inspirasi.
Eh, masih banyak lho GGS yang lainnya. Kira-kira GGS berikutnya siapa ya?

Terimakasih telah membaca artikel GGS Part 1 . Jangan lupa share ya
This Is The Oldest Page

Subscribe to receive free email updates:

0 komentar:

Post a Comment