thumbnail

Silaturahim Menuju 25 Tahun Al Qudwah

Al Qudwah akan berusia kurang lebih 25 tahun. Berdasar SK awal pendirian Al Qudwah tertanggal 4 Januari 1994, maka pada 4 Januari 2017.


Dalam rangka menyambut 25 tahun Al Qudwah, diadakan silaturahim guru dan karyawan.

Hadir dalam kegiatan ini pendiri yayasan H Nurjaya MPd, pembina yayasan H Sanuji Pentamarta, ketua yayasan KH A'la Rotbi.

25 tahun adalah perjalanan yang panjang. Guru dan pengurus datang silih berganti. Karena itu perlu pewarisan semangat. Semangat pendirian sekolah yang tidak boleh melenceng dari tujuan awal.

"Bahwa dengan semangat dakwah itulah kita bentuk yayasan. Awalnya berdiri TK di Palaton. Waktu itu harus utang untuk membayar tanah untuk bangun TK" kata Nurjaya.

Pada perjalanan, sekolah bertambah dengan mendirikan SMP, kemudian SD, dan SMA. Tidak jarang pendirian itu dilakukan dengan menggunakan dana hutang.



Ketua pertama yayasan, Sanuji Pentamarta memotivasi guru dan karyawan.

 "Sedang menabung amal. Kelelahan adalah amal. Semoga dengan itu di akhirat Allah memberikan manfaat dan Rasul memberikan syafaat" katanya.

Katanya, mendidik adalah menyiapkan generasi yang akan memimpin negeri ini. Pejabat-pejabat akan diganti. Mereka-lah yang berpeluang menggantinya
thumbnail

Sejarah Baru OSIS/MPK SMATA

Lembaran Sejarah baru OSIS SMA Terpadu Al-Qudwah 2017/2018 mulai terbuka . Kamis (21/12) pengurus dilantik. Setelah sebelumnya diadakan Pemira dan LPJ kepengurusan sebelumnya.

Pengurus dilantik oleh pembina OSIS, ustadz Kusnadi. Sekira 40 pengurus OSIS dan 12 MPK.

Tidak hanya pelantikan tapi pengurus juga disumpah. Supaya mereka benar-benar amanah dengan tanggung jawab organisasi. Lembaga kesiswaan iti bersiap untuk bersama-sama sekolah memajukan prestasi akademik dan non akademik sekolah islam terpadu ini.

"Menjadi teladan. Adalah sebuah tanggung jawab yang kelak akan kita buktikan. Aturlah program yang baik untuk kepengurusan kedepan" kata ustadz Kusnadi dalam sambutannya.

Pada kepengurusan tahun ini, ketua OSIS diamanahkan pada Basith Al Anshori dan ketua MPK pada Sakfa Sesar. Keduanya siswa kelas XI SMA Terpadu Al-Qudwah. 
thumbnail

JSIT Indonesia dan Musisi Peduli Palestina Kunjung Warga Palestina*

Bangsa Indonesia peduli terhadap kondisi Palestina. Lebih-lebih dengan kondisi terbaru, klaim sepihak oleh presiden AS bahwa Yerusalem menjadi ibukota Israel, semakin menebalkan simpati bangsa kita. Semakin banyak pula pihak yang menunjukkan kepedulian. Salah satunya adalah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia yang mengirimkan wakilnya berkunjung ke warga Palestina.

Dari JSIT Indonesia diwakili oleh Sukro Muhab, ketua dewan pembina JSIT bersama musisi Melly Goeslow dan Opick Tombo Ati. Ikut dalam rombongan itu pengurus dari Sahabat Palestina Memanggil (SPM), komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan lainnya.

Dari foto yang tersebar di sosial media, terlihat keharuan saat suami Melly, Anto Hoed mengantarkan di bandara.

Senin (18/12), rombongan sudah berada di Turki. Nantinya, mereka akan mengunjungi warga Palestina yang berada di kamp-kamp pengungsian yang berada di negara-negara perbatasan dengan Palestina. Agendanya memberikan sumbangan/donasi dan -_trauma healing_ kepada anak-anak pengungsian.

Palestina dan Donasi Al-Qudwah

Rombongan membawa donasi yang selama ini terkumpul dari masyarakat Indonesia, termasuk di dalamnya ada donasi yang terkumpul dari konser kemanusiaan yang diadakan di Al-Qudwah pada Ahad, 19 November 2017 kemarin. Konser yang menghadirkan Opick Tombo Ati itu berhasil mengumpulkan donasi Rp. 271 juta yang berasal dari warga Lebak dan sekolah-sekolah di Lebak serta sekitarnya.

Sahabat Palestina Memanggil (SPM) masih menerima bantuan dan donasi melalui rekening Bank Syariah Mandi (BSM) nomor rekening
777-222-0078 atas nama Sahabat Palestina Memanggil.
thumbnail

JSIT Banten Korda 1 Bersiap Jelang Olimpiade

Hari ini guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) Banten Korda 1 yang terdiri dari TK, SD, SMP dan SMA bersiap untuk Olimpiade JSIT yang merupakan agenda rutin tiap tahunnya. Persiapan itu ditandai dengan rapat perdana di hari dengan pembahasan juknis.

Kepala SDIT Irsyadul Ibad, Isuti Rahmah, mengatakan bahwa ajang ini merupakan silaturahim.

 "Sehingga jika ada sedikit kekurangan atau protes bukan untuk menyudutkan, tapi semoga jadi evaluasi. Utamanya adalah ajang untuk silaturahim dan mengembangkan kompetensi siswa dalam berbagai bidang" katanya.

Terdapat 13 SD, 15 SMP, dan 6 SMA yang akan ikut dalam kegiatan ini. Sedangkan pelaksanaan kegiatan akan bertempat di SIT Nurul Fikri, Anyer.

Olimpiade ini akan dilaksanakan pada 27 Januari 2018 dengan cabang Olimpiade Olahraga, Seni, dan Akademik. Beberapa cabang yang dilombakan diantaranya film pendek, LCC PAI, tahfidz, nasyid, futsal, PAI, IPA, kaligrafi, renang, badminton, MTK, pidato bahasa Arab, musikalisasi puisi, panahan, dan lainnya.



thumbnail

Keceriaan Class Meeting SMAT Al-Qudwah



Ceria. Itulah yang tergambar pada setiap wajah usai UAS/PAS. Maklum, selama sepekan harus pasang urat tegang dan wajah cemas. Menghadapi LJK, pena, pensil, dan kartu ujian. Betapapun, ujian selalu menguras tenaga, pikiran, dan waktu. Bukan saja saat ujian tapi juga saat persiapan (belajarnya).
Karenanya, begitu class meeting tiba, pecahlah ceria siswa SMAT Al-Qudwah. Kegiatan class meeting yang dilaksanakan pada 12-13 Desember itu menggunakan sistem bertanding per kelas. Untuk putra ada lomba futsal, voli, takraw, dan badminton. Untuk putri ada basket, voli, dan badminton.
Pada gelaran class meeting kali ini hanya juara 1 yang berhak mendapat hadiah berupa makanan. Tidak mewah atau mahal sih. Tapi cukup untuk seru-seruan. Selain itu, kegiatan class meeting ini sebagai sarana memperkuat silaturahim dan hubungan adik kelas dengan kakak kelas. Putri badminton kelas 10, Basket kelas 12, dan voli kelas 10. Sementara, untuk putra juara 1 futsal kelas 10.  
thumbnail

Siswa Al Qudwah Kunjungi dan Belajar Bikin Roti

Selama ini mungkin tinggal makan. Tidak tahu bagaimana proses pembuatannya. Nah, Sabtu kemarin (1/12), siswa Al qudwah berkesempatan mengunjungi langsung tempat pembuatan roti dan Pizza di Sarah Roti dan Pizza, Cilegon.


Sebanyak 33 siswa kelas X didampingi guru Ekonomi Risky Dwi Amalia dan guru Biologi Tika Nurliawati, mereka bahkan bisa mempraktikkan sendiri pembuatannya.

"Kami belajar sendiri bagaimana pembuatan dan pengolahannya" jelas Dinar, siswi Kelas X SMA Terpadu Al-Qudwah.

Bahkan mereka belajar hingga strategi penjualannya.



"Terimakasih ya Bu Kiki dan Bu Tika mewakili Al Qudwah Rangkas Bitung.
Dapat buku karangan santri pesantren Al qudwah Rangkasbitung..
Alhamdulillah.. Barokallah... Senangnya sekolah disana bisa bikin buku..." kata bu Dini, Owner Sarah Roti dan Pizza.

Kegiatan semacam ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Belajar bisa dimana saja. Ilmu didapat dengan banyak cara.
thumbnail

Ratusan Pelajar Ikuti Terapi Qur'an

Hari ulang tahun Kabupaten Lebak meriah. Banyak kegiatan yang diadakan dalam memeriahkan. Salah  satunya adalah Terapi Qur'an yang diadakan oleh panitia Ulang tahun Lebak ke 189 dengan mengundang Riyadh Rosyad, ketua umum Forum Terapi Qur'an Indonesia yang juga pimpinan ponpes Badrussalam, Jawa Tengah.

Ratusan pelajar terlihat memadati masjid Agung Rangkasbitung sejak waktu zuhur. Mereka dari SMA, SMP, MAN, dan MTs di Lebak.

Mereka mendapatkan tausiyah dari pemateri. Juga anjuran doa-doa dan ayat Al Quran sebagai terapi diri.

Para pelajar khusyuk ikuti acara ini. Berbagai kalimat penyejuk dan doa diberikan oleh pemateri.

"Mari doakan orang tua yang telah memberikan kasih sayang kepada kita. Semoga Allah merahmati kedua orang tua kita"

"Kalau ada dihati kita, kebencian pada seseorang.. Katakan pada Allah, kita maafkan dia. Semoga Allah memaafkan kita. Lantunkan doa terbaik kepada orang yang menzolimi kita"

"Janganlah simpan kebencian dalam diri kita. Mari istiqfar sebanyak-banyaknya untuk yang ada di kepala kita, istiqfar untuk yang sering kita lihat, dan istiqfar untuk yang ada di hati kita"

Bersama-sama, mereka melantunkan Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, dan ayat-ayat lain.

Mereka juga : mengajak' dan mengajari apa yang ada dalam diri mereka untuk melantunkan doa dan zikir lainnya.
thumbnail

Kegiatan IN Guru SMATA

Hari ini guru SMATA ikuti gerakan IN 2 yang diadakan di SMA N 1 Leuwidamar. Kegiatan ini sebagai lanjutan program IN dan ON yang diadakan sebelumnya.



Kegiatan ini dimaksudkan sebagai pendampingan pelaksanaan kurikulum 2013 yang akan diterapkan di sekolah. Bersama SMA 1 Kalanganyar dan SMA 1 Bojongmanik.

Pelatihan seperti ini bermanfaat untuk penguatan guru untuk implementasi K 2013. Secara umum, guru-guru dikelompokkan pada 3 rumpun yaitu rumpun IPA, IPS, dan BK.

Hari ini, Senin (27/5) pada penutupan, kepala sekolah juga hadir serta pengawas sekolah, Bu Titin yang menegaskan supaya guru bisa meningkatkan kompetensi dalam mengajar.
thumbnail

SMA Terpadu Al-Qudwah ikuti kemah Ilmiah Fisika 2017

Hari ini SMA Terpadu Al-Qudwah ikuti kemah Ilmiah di Wanasalam. Kegiatan yang digagas oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Kabupaten Lebak ini berlangsung pada Sabtu-Minggu, 25-26 November. Ada empat agenda utama yaitu silaturahim guru Fisika dan siswa, lomba peluncuran roket air, workshop Fisika ruang angkasa, dan presentasi karya ilmiah.


Sebanyak 82 peserta dari 18 sekolah di Kabupaten Lebak ikut ambil bagian dalam agenda ini. Dari Al Qudwah, yang ikut dalam kegiatan ini adalah siswa kelas XI Anwar Ibrahim, Irhaz Azizul, Siti Murtafiah dan Annisa Rafida dengan  Guru pendamping Arni Yulianti dan Supadilah.

Terlihat peserta kemah ilmiah cukup antusias mengikuti kegiatan. Pembukaan kemah ilmiah dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB. Hadir dalam pembukaan kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Sargawi, kepala SMAN 1 Wanasalam Raden Supardan, ketua MGMP Jaka dan guru Fisika serta pembina KIR di sekolah.

Dalam sambutannya, ketua Pelaksana Bambang mengatakan bahwa kemah ilmiah ini sebagai ajang kreatifitas siswa dalam bidang sains.

"Kiranya inovasi siswa di bidang sains dapat terus ditingkatkan" ujarnya.
Lanjutnya, semoga kemah ilmiah ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang fisika.

Sementara itu, kepala KCD, Sargawi menyampaikan apresiasi tentang kemah ilmiah. Sebab, menurutnya, prestasi di bidang sains perlu ditingkatkan.

"Prestasi Kabupaten Lebak di bidang olahraga dan seni sudah cukup bagus. Di tingkat provinsi kita juara umum atau tidak jauh dari sana. Namun, di bidang
sains perlu ditingkatkan. Terima kasih MGMP Fisika sudah mengadakan kegiatan ini sebagai pemicu" katanya.

Diharapkan pula peserta kemah ilmiah bisa menjadi generasi muda yang cerdas untuk mengganti sumber daya yang sudah lapuk.

Kemah ilmiah adalah kali pertama diadakan di Kabupaten Lebak. Kedepannya terus diadakan bahkan diikuti oleh bidang MGMP lain.

Kepala SMAN 1 Wanasalam, Raden Supardan mengucapkan selamat datang kepada peserta.

"Inilah sekolah kami, sekolah berbasis lingkungan. Konsepnya sekolah hijau. Semoga kemah ilmiah ini dapat diikuti dengan baik oleh peserta" ujarnya.

Hal yang menjadi fokus utama dalah kemah ilmiah ini adalah Fisika ruang angkasa. Makanya, ada lomba roket air. Selain itu, di malam hari akan ada simulasi penggunaan teropong untuk melihat langsung bintang.

thumbnail

Menyandera Guru di HUT Guru





Karena berkah ilmu banyak didapat dari guru. Selayaknya kita berikan kebahagiaan untik guru. Di hari guru ini, OSIS SMA T Al Qudwah meramaikan dengan sebuah kejutan.

Untuk membikin suasana yang surprise, siswa pun menyegel kantor guru. Tidak boleh masuk. Maka di pagi itu, guru pun harus antre di luar. Tas tidak bisa masuk, bahkan mau ngeprint pun dibawa keluar ruangan, diambilkan siswa.



Namun untuk menunggu kapan dibukanya pintu, guru dihibur dengan hiburan dan dihidangi hidangan. Ada teh hangat, snack, dan makanan lainnya.

Hiburan diantaranya nasyid, pantun, dan games lain diantaranya tebak gerakan, curhat guru, dan lainnya. Yang jadi objek ini adalah guru, tentunya.

Bersama Guru Kita Bersatu, Bersama Teman Kita Menyatu. Itulah tema perayaan hari Guru 2017 ini.


Banyak keseruan yang terjadi. Kejutan kado pun sempat bikin guru besar kepala.

Dipandu mc Basith yang kocak, guru pun tertawa lepas.

thumbnail

SMA Alqudwah Kunjungi Expo Internasional

 Hari ini SMA Alqudwah berkunjung ke  Internasional Islamic Education Expo di Ice BSD, Serpong pada Kamis (23/11). Seluruh siswa dikonsentrasikan untuk mengikuti pameran ini.

Cukup banyak yang bisa dilihat dan dipelajari. Banyak sekolah dari seluruh Indonesia menggelar bazar pendidikan sekolah mereka. Dari Sumatera, jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan luar negeri.


Siswa dimanjakan dengan produk karya-karya sekolah dalam naungan kemenag itu. Mereka juga dapat membawa pulang buku-buku, majalah dan brosur. Bahkan ada yang didapat secara cuma-cuma.

Selain bazar, ada pula dongeng, bedah buku, jumpa penulis, dan Lomba-lomba.
Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan ini.
thumbnail

Konser Kemanusiaan, Al Qudwah Sumbang Rp. 271 juta

Hari ini sekolah islam terpadu Al Qudwah mengadakan konser kemanusiaan peduli Palestina dan Rohingya yang menghadirkan artis Opick 'Tombo Ati'. Acara yang melibatkan SD, SMP dan SMA Alqudwah itu mengundang juga orang tua dan masyarakat. Selain konser musik, diadakan pula galang dana.
Opick mengajar bernasyid bersama

Sebagian donstur yang sedang menyampaikan donasi

Pengunjung menikmati acara konser

Usai acara, Dana yang terkumpul sejumlah Rp. 276.543.100. Kegiatan yang bertema Labbaik Al-Aqsa ini dihadiri oleh Asda III Kabupaten Lebak dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, kepala desa Cilangkap,  serta ketua Yayasan Qudwatul Ummah. Hadir pula ketua Sahabat Palestina Memanggil, ustadz Salim. 
Antusiasme pengunjung sangat besar. Terlihat mereka sangat menikmati suguhan acara dari panitia. Ditambah MC acara yang interaktif membuat suasana terasa semangat. 
Penampilan Opick sangat memukau dengan tampilan lagu Ya nabi salam alaika., tombo ati, Bila waktu tlah memanggil, dan Bersujud kepada Allah. 
Terima kasih kepada semua lembaga yang telah ikut terlibat, baik itu lembaga dalam lingkungan yayasan maupun di luar yayasan Qudwatul ummah. Semoga menjadi amal jariyah atas donasi yang diberikan, dan dibalas oleh Allah dengan rezeki yang berlimpah. 
thumbnail

Al Qudwah Bersiap Adakan Konser Kemanusiaan

Sebagai bentuk kepeduliaan terhadap Rakyat Palestina dan Rohingya, yayasan islam Qudwatul Ummah akan mengadakan konser kemanusiaan yang menghadirkan Opick Tombo Ati. Konser ini adakan dilaksanakan pada Ahad (19/11) di Sekolah Islam Terpadu. 

thumbnail

Dibuang Tayang, Keceriaan Refreshing Usai UTS

Pemanasan dulu....
 Segernya berenang bersama. Demi kebersamaan. Chayoo... 



Seru-seruan polo air


Yang udah kalah, terpaksa jadi penonton dipinggir lapangan eh kolam renang... 

 Berusaha cetsk gol, atau jaga jawang...


Nikmatnya makan siang.... 😃


thumbnail

Al Qudwah Ramaikan Lomba Bulan Bahasa

Dalam rangka meramaikan ajang bulan bahasa, SMA T Al Qudwah ikuti lomba Bulan Bahasa 2017 di STKIP Setia Budhi, Rangkasbitung pada Sabtu (28/8). SMATA mengirimkan siswanya Basith Al Anshori untuk berlomba pada cabang Anekdot Sunda dan Heni Damayanti pada  Cipta Baca Puisi.

Di tahun ini, kegiatan lomba bertema "Ajang Pelestarian Budaya Bangsa Melalui Karya Sastra" mengusung kompetisi tingkat provinsi Banten.

Sejumlah 89 peserta ikuti lima cabang lomba diantaranya momolog, cipta baca puisi, anekdot sunda, musikalisasi puisi dan foto favorit.

Acara dibuka oleh Habib Cahyono, M. Si mewakili ketua STKIP Setia Budhi, mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa jurusan sastra bahasa ini.
Peserta lomba antusias mengikuti lomba. Banyak sekolah dari luar Lebak.  Dalam ajang ini SMATA belum berhasil menjadi juara.

thumbnail

Ambalan Muhammad Al Fatih-Siti Aisyah SMATA Gelar Musyawarah Ambalan

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja selama satu tahun dan menentukan program satu tahun kedepan, pramuka SMAT AL-QUDWAH mengadakan musyawarah ambalan. Acara diadakan pada Rabu (18/10) di aula Cordova, kompleks Pendidikan Sekolah Terpadu Al-Qudwah.

Sesuai namanya, Ambalan SMATA gugus depan 25.045-25.046 ambalan Muhammad Al Fatih-Siti Aisyah diharapkan bisa bertindak dan berperilaku sesuai nama besarnya.

Demikian disampaikan oleh Kamabigus Samson Rahman dalam sambutannya yang juga membuka acara. "Ambalan Al Qudwah harus bisa menjadi seperti namanya. Persiapkan diri , supaya di hari esok kalian bisa berkontribusi" ujarnya.

Menggiatkan pramuka di sekolah membutuhkan kerja sama yang baik antara gugus depan dan siswa.




Agenda musyawarah ambalan diantaranya adalah pembukaan, LPJ dewan ambalan, pembahasan komisi, dan sidang pleno pemilihan dewan ambalan baru.

Banyak hal yang dipelajari di acara tersebut. Belajar sidang pleno, memimpin rapat, voting, dan berdemokrasi.

Acara yang dilaksanakan seharian penuh ini hendaknya jadi pembelajaran bagi siswa dalam berorganisasi. Hadir dalam acara ini kepala sekolah, guru dan seluruh siswa SMATA.
thumbnail

Duet Farhan-Althaf, SMPT Al Qudwah Lebak Raih Emas di LPSN tingkat Nasional

SMP Terpadu Al-Qudwah berhasil meraih emas dalam ajang  Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) Tingkat Nasional bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diadakan pada  9-13 Oktober 2017 bertempat d hotel Grand Syahid, Jakarta.

Siswa SMPT Al-Qudwah dalam ajang ini adalah  Rahmat Farhan dan Althaf Rijaldy.

 Penelitian mereka tentang Kertas Daur Ulang Anti Rayap mengantarkan mereka meraih emas dan berhak mendapatkan hadiah uang  pembinaan.

Farhan dan Althaf berhasil menjadi yang terbaik dengan diantara 34 finalis dibidang IPA atau 102 finalis seluruh bidang.



Ketua kelompok, Farhan mengaku serius mempersiapkan untuk lomba ini. "Setiap hari latihan. Membuat saya capek. Tapi hasilnya memuaskan" jelasnya.

Siswa yang juga hobi tenis meja dan sepakbola ini sempat khawatir dengan hasilnya. "Juga pas persentasi ..saya tak sebegitu baik...namun alhamdulillah bisa juara" terangnya.

Secara ringkas, penelitian mereka tentang kertas daur ulang anti rayap adalah pemanfaatan limbah kertas dan limbah puntung rokok yang akhirnya diformulasikan sebagai produk yg bernilai guna dan estetis.  Dibuat bubur kertas dari limbah kertas dan pencampuran ekstrak tembakau (sebagai toksin) dari  limbah puntung rokok lalu dicetak dan dikeringkan sampai akhirnya terbentuk kertas daur ulang anti rayap. Pengujiannya dilakukan dg pemberian kertas daur ulang k dalam toples  yg sudah diberi rayap (dengan jenis rayap prajurit dan pekerja), apabila kehilangan berat pada kertas semakin tinggi dan mortalitas rayap tinggi menandakan bahwa kertas daur ulang ini terbukti keawetannya dan tahan terhadap serangan hama rayap tanah.

Sementara itu, Althaf mengatakan bahwa  cukup khawatir dengan presentasi. "Dilihat orang banyak. Tapi karena dengan latihan presentasi secara berulang - ulang dan memahami karya tulis, akhirnya jadi lancar" katanya.

Kepala SMP Al Qudwah, Siti Maryam mengapresiasi pencapaian prestasi ini. . "Alhamdulillah prestasi tingkat nasional ini, semoga bisa dipertahankan" tutupnya.
thumbnail

Pekan Ini, SMATA Laksanakan UTS

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan pembelajaran, pekan ini SMA Terpadu Al Qudwah melaksanakan Ulangan Tengah Semester (UTS) Semester Ganjil 2017/2018. Pelaksanaannya 9 - 14 Oktober 2017. Siswa melakukan ujian sesuai dengan kelas masing-masing, tidak diccampur tempat duduknya. 

UTS ini dimaksudkan sebagai bentuk evaluasi kemampuan keberhasilan belajar mengajar. Terlihat siswa antusias mengerjakan UTS. Percaya diri sangat menentukan keberhasilan menghadapi soal. UTS bukan hal yang harus ditakuti. Sebagai bagian dari proses yang harus dilakukan oleh siswa.
 

Pada UTS ini, siswa di sekolah sampai dengan shalat zuhur. Setelah itu, siswa dibolehkan untuk pulang ke rumah dan melakukan persiapan untuk ujian esok harinya.
thumbnail

Ketika Guru Mendengar



Senin tadi (25/9) sekolah kami tidak mengadakan upacara bendera. Justru melangsungkan sebuah kegiatan yang hebat yakni guru mendengar. Kata pembaca acara atau MC dadakan ketika itu acaranya dinamakan ABG Labil (Anda Bicara Guru Lalu Bilang Makasih). Walau terkesan dipaksakan, cukup menarik ketika mendengarnya.

Saya katakan acara hebat, karena di acara itu siswa bicara langsung kepada guru apa yang menjadi unek-uneknya tentang sekolah dan guru. Pihak sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan apa pun. Di awal, MC sudah mewanti-wanti agar guru akan mendengarkannya apa pun yang disampaikan siswa. Guru harus memasang baik-baik telinganya, melapangkan dadanya, sabar dan tidak boleh marah.

Kesempatan ini sangat langka. Mengingat, biasanya guru yang berbicara dan siswa hanya mendengar. Bisanya, guru memerintah, siswa hanya bisa pasrah. Namun acara ini bukan pula ajang balas dendam, atau alih profesi. Tapi sebagai langkah dengar pendapat siswa.

Cukup banyak yang disampaikan siswa. Diantaranya ada yang menyampaikan dengan lancar, ada pula yang dengan gemetar atau grogi. Ada beberapa usulan dan pertanyaan dari beberapa siswa yang sempat saya catat di handphone. Pertama, supaya memberikan dan memperlancar izin kepada siswa yang mau mengadakan kegiatan, untuk memperlancar aktivitas organisasi sekolah. Kedua, memahami alasan keterlambatan siswa, terutama boarding (pondok), karena banyak  tanggung jawab kami. Harusnya tanya baik-baik. Sebab, kadang mereka terlambat karena mereka harus melakukan pembinaan kepada juniornya di boarding. Ketiga, tidak suka disinggung dengan label ‘kakak kelas’. Ini disampaikan oleh siswa kelas XII sebagai siswa paling senior di sekolah. Intinya mereka tidak mau label paling senior sebagai patokan mereka tidak boleh melanggar atau berbuat salah.

Ada pula yang menanyakan tentang minimnya fasilitas sekolah terutama fasilitas olahraga. “Lapangan badminton ada dua tapi jaringnya cuma satu. Ada lapangan yang nggak ada tiangnya. Biasanya kami pakai meja yang ditumpuk untuk bikin tiangnya, Pak”

“Sekolah kurang tegas dengan hukuman kepada siswa yang melanggar. Ada siswa yang motornya pakai knalpot bising, rambut panjang, dan rambut berwarna tapi tidak ditindak oleh sekolah” kata ketua OSIS, namanya Yogi Sugiono.

Adanya diskriminasi perlakuan terhadap siswa. “Kami minta adanya perlakuan yang sama antara siswa kelas X, XI dan XII. Kenapa waktu itu kami ditegur ketika menyetel musik tapi kelas X yang nyanyi dengan suara keras di kelas tidak diapa-apakan” kata Fahriz Romdhony. Dia adalah ketua MPK.

Penyampaian yang paling tajam sepertinya tentang kritik terhadap kritik dan penindakan guru terhadap siswa. Siswa mengatakan adanya sikap yang tidak enak diterima oleh mereka. Mereka menginginkan adanya kesopanan saat menindak atau memberi hukuman. Siswa bebas menyebut dan menunjuk siapa guru yang dimaksudkan. Tentu saja dengan bahasa yang sopan dan cara penyampaian yang benar. Tidak sampai marah-marah atau menyudutkan guru. Guru sebagai sosok yang lebih dewasa tentu saja menampungnya dengan hati lapang.

Di awal, guru janji akan berlapang dada, sabar, dan tetap mendengar. Maka walaupun guru disebut langsung oleh siswa, tidak ada yang serta merta melakukan klarifikasi atau bantahan atas penyampaian siswa. Hanya beberapa guru yang diminta tanggapan langsung oleh siswa yang memberikan hak jawab.

Bagi saya, kegiatan seperti ini, guru mendengar keluhan, curhat, kritik dan saran dari siswa secara langsung, adalah pengalaman pertama dan berkesan. Dibutuhkan kehebatan untuk menerima kritik dari siswa. Hanya guru berjiwa besar yang sanggup menerima masukan dari siswa. Sebab tidak jarang, guru menganggap dirinya lebih tahu segala hal daripada siswa.
Ada guru menganggap dirinya yang lebih tua selalu benar, dan siswa selalu salah.

Kebanyakan orang lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Sanggup bertahan lama ngomong berbusa-busa namun tidak sabar untuk mendengarkan. Nah, kali ini kami sebagai guru belajar mendengar siswa. Tentunya tidak hanya telinga saja yang dipakai namun juga hati terbuka lebar dengan apa yang mereka sampaikan.

Kepala sekolah kami sangat bijaksana. Hanya kepala sekolah yang berhak menanggapi (tanpa diminta) dan memberikan komentar. Diawal, kepala sekolah mengapresiasi keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, masukan dan kritik.

“Kita ini adalah sama-sama orang dewasa. Tentunya tahu bagaimana bersikap. Bahwa yang dilakukan oleh guru semata-mata menempatkan diri sebagai orang tua agar anaknya tidak salah langkah. Agar diberikan izin, perbaiki komunikasinya. Jelaskan dengan cara baik-baik dengan alasan yang benar. Tidak ada niat menghalang-halangi niat untuk kebaikan. Keterlambatan tidak akan dikenai sanksi yang tidak benar jika jelas alasan keterlambatannya. Begitu juga dengan guru, hendaknya melakukan tabayun atau pengecekan terhadap siswa yang terlambat”

“Guru juga tidak akan pilih kasih memperlakukan siswa. Namun tentunya siswa juga harus mawas diri. Supaya menghindari berulang kali melakukan kesalahan yang sama. Biasakan tidak ribut di mushala. Sebab ada guru yang melakukan pendekatan dengan lembut ada juga yang langsung memberikan teguran”

“Hendaknya kita tidak tersinggung, ketika memang kita abai dengan peraturan yang disepakati di sekolah. Kalau ada siswa melanggar dan kelihatannya dibiarkan, sebenarnya itu bukan didiamkan. Kelonggaran sebagai bentuk humanis guru, memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menyelesaikan masalah”.

Kepala sekolah juga menyampaikan maaf jika ternyata tidak bisa memahami siswa secara utuh dan mendalam. “Guru juga tidak selamanya benar. Para guru masih belajar menjadi sosok orang tua yang 100 persen untuk kalian”.

Saya dalam hati mengiyakan ucapan kepala sekolah. Kepala saya angguk-angguk mendengar penuturannya. Saya tidak merasa dibela oleh kepala sekolah. Juga tidak merasa tidak salah dalam berinteraksi dengan siswa. Dalam hati saya merasa, mendidik anak memang banyak dinamikanya. Sikap guru pun kadang berubah. Suatu saat bijaksana, saat yang lain bisa ceroboh. Di suatu waktu baik kepada siswa, di waktu yang lain, bisa saja guru sedang memikirkan banyak masalah yang terbawa di sekolah. Sikap yang paling bijak adalah guru dan siswa sama-sama berpikir positif dan mencari jalan tengah atas permasalahan yang ada.

Penulis adalah guru di SMA Terpadu Al-Qudwah, Kalanganyar, Lebak, Banten.
thumbnail

3 Postingan Ini Ribuan Kali Dikunjungi



Beberapa postingan di web sekolah dikunjungi ribuan kali. Jika dilihat isi postingannya, jenis postingan itu beragam. Ada cerita pendek (cerpen), ulasan, dan rilis kegiatan. Berita apa saja itu? Ini dia beritanya. Silakan cek ke alamatnya.  

1.      Merah putih belum renta, 1255 viewer
2.      Profile sekolah, 1021 viewers
3.     Berbagi Inspirasi dari Kick Andy, 1017 viewers
thumbnail

Agisna, Siswi SMAT Al Qudwah Solo Gitar Putri ke Provinsi Banten



Siswi SMA Terpadu Al qudwah menjadi wakil Kabupaten Lebak pada helatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) provinsi Banten. Agisna Frisya, menjadi satu-satunya peserta solo gitar puteri dari kabupaten Lebak dalam ajang tahunan ini. 
Awalnya, kepastian terpilihnya Agisna terbilang mendadak. "Pemberitahuan dari Kabupaten cukup mendadak. Namun, semoga hasilnya berpihak" ungkap Supadilah, Waka Kesiswaan SMATA.
Agisna mengikuti lomba FLS2N tingkat provinsi di hotel Marbela, Serang, Banten pada Selasa, 22 Agustus 2017. Namun, Agisna harus mengikuti karantina sejak Ahad (20/7). Agisna adalah putri dari pasangan Endang Mulyana dan Dina Indrianasari. 

Sebagai orang tua, Dina mengaku senang dengan terpilihnya Agisna mewakili Lebak. "Berjuta rasanya" selorohnya. Namun beliau juga cukup mengkhawatirkan hasilnya. "Iya, secara persiapan kan mendadak. Jadi akhirnya biar menjadi pengalaman saja" ujarnya. "Doa dan harapan untuk anak-anak bagi seorang ibu selalu tercurahkan. Tiap helaan nafas tercurah utk berlian-berlian sang ibu" tutup Dian.