1 / 3
SMATA
2 / 3
SMATA
3 / 3
SMATA

thumbnail

Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SMAT Al-Qudwah Belajar Ke Kampung Inggris

Menguasai Bahasa Inggris sangat penting sebagai sarana memahami ilmu pengetahuan dan sarana komunikasi. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, karenanya sangat bagi siswa untuk memperdalam penguasaan Bahasa Inggris.

Memandang demikian pentingnya,  SMA Terpadu Al-Qudwah mengirimkan siswanya untuk belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, Kediri selama dua pekan yaitu pada 8-22 Desember 2018. Selama disana, mereka akan belajar tentang bahasa Inggris berikut praktik penggunaannya.  Program ini diikuti oleh 63 siswa kelas X SMAT Al-Qudwah kabupaten Lebak, Banten.  

Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas tahunan sekolah berbasis Islam terpadu ini. 

Di tahun sebelumnya, program berlangsung selama satu bulan. Namun pada tahun ini program dilangsungkan dua pekan lamanya.


Pelepasan dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Qudwatul Ummah KH Samson Rahman, MA. 

Samson Rahman menegaskan bahwa sekembalinya dari Pare, mereka harus mengalami banyak peningkatan. 


"Setelah ini, kalian harus jadi kalian yang baru. Pengetahuan dan kemampuan yang baru. Ke Pare bukan sekadar untuk jalan-jalan atau refreshing, tapi untuk belajar. Learn and study.  Untuk merasakan bagaimana hidup sesungguhnya" tegasnya. 

Kunci dari penguasaan bahasa Inggris adalah praktik. Karena itu kabidik, lulusan S2 di Pakistan ini menekankan pembiasaan dalam berbahasa Inggris selama di lokasi program dan di sekolah. 

Sementara itu, kepala SMAT Al-Qudwah, Iwan Supriana mengatakan, untuk mendukung program ini, sebelum berangkat ke Pare, para siswa diwajibkan untuk menghafal dan menguasai 1000 kosa kata Bahasa Inggris. 

"Hal ini untuk mendukung program belajar di Pare, sehingga siswa semakin menguasai vocabulary, jadi semakin mudah untuk menguasai Bahasa Inggris" ungkapnya. 

Kontributor: Supadilah

thumbnail

Napak Tilas Dakwah Nabi


Dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad Saw, SMA Terpadu Al Qudwah mengadakan kajian Napak tilas dakwah nabi.

Siswa kelas X, XI, dan XII SMA Terpadu Al Qudwah mengadakan kegiatan tersebut di musola Al Quds, musola SMA Terpadu Al Qudwah. Sebagai pembicara adalah ustadz Ivan Afandi, guru Tahfiz SMA Terpadu Al Qudwah.

"Di awal dakwah beliau, banyak yang menolak. Khadijah, isteri beliau, Ali yang waktu itu masih anak kecil, yang menerima dakwah beliau" ujarnya.


Orang-orang sebetulnya percaya pada yang disampaikan Rasul, hanya karena ego, mereka menolak ajaran Rasul.

Hal ini menjadi refleksi bagi kita, bahwa jangan menyerah atau mundur dari dakwah kita.

Bahkan, lanjutnya, karena dakwah itu, Rasulullah diusir dari kampungnya oleh kaumnya. Namun Rasulullah tidak menyerah. Rasulullah senantiasa berdakwah dengan sabar, tekun, dan penuh kasih. Hingga akhirnya Islam diterima oleh bangsanya, bahkan oleh seluruh umat manusia.

Sementara, pembina Kerohanian Islam (Rohis) SMA Terpadu Al Qudwah menekankan bahwa rutinitas memperingati maulid nabi hendaknya jangan hanya seremonial saja.

"Teladani dan ikuti pula perjuangan nabi dalam berdakwah. Meskipun banyak yang mengejek dan melawan dakwahnya,  beliau tetap berdakwah kepada masyarakat yang membencinya itu"

"Orang yang melawan dakwah nabi, yang akan membuat makar kepada nabi,  karena kebaikan akhlak nabi, justru berbalik memuji dan mendukung nabi" ungkapnya.

thumbnail

Siswa SMT Al Qudwah ke Final Lomba Matematika Nasional di UGM



Siswa SMAT Al Qudwah berhasil menjadi semifinalis pada lomba Matematika Nasional (Lmnas) ke-29 Fakultas Matematika Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diadakan pada Minggu, 11 November 2018. Fathir Al Haq, siswa kelas X SMA T Al Qudwah, berhasil masuk menjadi 75 terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan 1500-an peserta pendaftar pertama.

Mengambil tema 'Cerdas dan Berkarakter' ajang tahunan ini diharapkan menghasilkan generasi yang cerdas dan berkarakter pula.

"Indonesia tidak kekurangan generasi yang pintar dan cerdas. Tapi Indonesia merindukan generasi yang berkarakter" kata ketua Himpunan Mahasiswa Matematika, Reyhan Winarta.

Mereka yang juara bukan hanya yang dapat trophy saja, tapi mereka yang berjuang melakukan proses perjuangannya itu.

Matematika sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Meskipun, saat ini Matematika masih menjadi pelajaran momok yang ditakuti bagi banyak siswa.

Fathir juga menjadi satu-satunya perwakilan dari Banten. Menanggapi hal ini, Iwan Supriyatna, kepala SMAT Al Qudwah mengatakan dukungan untuk siswanya. "Kami sangat support pada siswa yang memiliki minat pada pelajaran sehingga saat ada lomba-lomba, kami dukung dan fasilitasi" ujarnya.
thumbnail

Al Qudwah Bersolek, Akan Ada Pesta Besar


Sekolah Islam Terpadu Al Qudwah bersiap mengadakan festival budaya yang diberi nama Alderciel. 

Kegiatan serupa pentas seni ini akan mendatangkan bintang tamu Aleehya dan Syakir Daulay yang akan diadakan pada Sabtu 10 November 2018 atau besok hari.
Kegiatan tahunan ini merupakan yang ketiga kalinya diangkatkan oleh Al Qudwah.

kegiatan Alderciel ini boleh diikuti umum tiket masuk dengan membayarkan sejumlah harga tiket masuk 30.000 - 35.000
Dijamin para pengunjung akan dimanjakan dengan suguhan seni berupa  musik, tari, bacaan puisi dan tampilan-tampilan yang dilakukan oleh siswa SD SMP dan SMA Al Qudwah.






Selain itu pada ajang Alderciel ini juga diadakan beberapa lomba diantaranya lomba IPA, lomba Matematika, kaligrafi dan pidato tiga bahasa.

Untuk mempersiapkan pentas seni ini, Al Qudwah pun bersolek. Sejumlah lokasi dihias dengan photo booth, ornamen, dan desain yang membuat sekolah semakin indah dan menarik. Tak ayal, spot-spot tersebut pun jadi rebutan para pengunjung sekolah yang hari ini sudah melongok lokasi. 

Ayo, jadi saksi keseruan Alderciel tahun ini dengan datang ke sekolah Al Qudwah di Jl Maulana Hasanuddin Kp Cempa Desa Cilangkap Kec Kalanganyar Kab Lebak.

thumbnail

Mabit Bulanan

Bertepatan dengan 28 September 2018, akan diadakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa yang pada Jumat malam. Sifatnya WAJIB untuk siswa putra. Acara dimulai pukul 17.00 WIB. Pakaian koko dan bawa mushaf. Terima kasih.
thumbnail

AL Qudwah Resmikan Saung Literasi

Untuk memfasilitasi semangat literasi siswa, SMP Terpadu Al Qudwah meresmikan Saung Literasi yang berfungsi sebagai pusat aktivitas literasi warga sekolah. Dalam peresmian tersebut, hadir kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Asep Komar Hidayat, ketua yayasan Qudwatul Ummah A'la Rotbi, para pimpinan lembaga sekolah Islam Al Qudwah, para guru dan siswa SMP dan SMA Al Qudwah.

thumbnail

Bedah Buku Kepribadian Seorang Muslim karya Muhammad Ali Al Hasyimi

Bedah buku menjadi kegiatan rutin untuk  guru SMA Terpadu Al Qudwah. Di tahun ajaran baru ini,  kegiatan tersebut dilanjutkan perdana pada Jumat (24/8) yang diadakan di perpustakaan SMATA Litera,  gedung SMAT Al Qudwah. Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB. 



Sesuai jadwal,  Ustadz Fadli mendapat tugas sebagai pembedah dan bertindak sebagai moderator adalah ustad Ivan. 

Agama islam adalah agama yang paling cocok dengan akal manusia.
Bagaimana perilaku seorang muslim kepada tuhannya, kepada diri sendiri  dan kepada keluarganya.

Dalam buku itu,  dipaparkan berbagai acuan perilaku muslim terhadap masyarakat, diantaranya :

a.  Menganggap dirinya sebagai penebar risalah,  perbanyak silaturahim, bergaul dengan orang lain bahkan yang tidak sepaham dengan kita.

b.  Mengutamakan kejujuran sebagai akhlak yang utama.  Sebagaimana akhlak Rasulullah yang terkenal dengan kejujurannya.

c.  Tidak hasud

d.  Dakwah atau penyeru. Membawa kebaikan

e.  Penasehat terhadap keburukan yang ada dalam masyarakat

f.  Menepati janji, yang akan berbuah kepercayaan dari masyarakat dan menetralisir ketidakpercayaan.

Buku ini ditulis dalam bahasa Arab,  gundul pula.  Tanpa tanda baca atau harakat.  Namun,  sebagai guru PAI dan Bahasa Arab,  tentunya tidak  menemui kendala berarti.

Hadir dalam kegiatan ini kepala sekolah dan guru yang walaupun belum lengkap, tentunya tidak mengurangi antusiasme guru dalam bedah buku.  Kegiatan tersebut berlangsung hingga adzan Ashar berkumandang.

thumbnail

Inspirasi Pagi di SMAT Al-Qudwah Hadirkan Bunda Cece, Guru Sekolah Khusus


Bunda Cece sedang berbagi inspirasi

Agenda ini rutin diadakan di SMAT Al-Qudwah. Namanya Inspirasi Pagi. Diadakan setiap dua pekan sekali. Pagi itu,  Senin (20/8), kami kedatangan tamunya spesial. Beliau adalah Atih Rosita, tapi biasa panggilan bunda Cece. Beliau mengajar di Sekolah Khusus Negeri (SKh N) yaitu sekolah yang menangani siswa yang memiliki hambatan dalam penglihatan, pendengaran, emosi, dan lainnya.

Dipandu oleh Pak Lilo sebagai moderator,  bunda Cece menceritakan pengalamannya sebagai guru disana.

Mengajar sejak tahun 2003, beliau secara tidak sengaja jadi guru.  Meski dulu tidak ada niatan jadi guru, namun sekarang merasa jadi guru lebih keren.

"Awalnya guru tari. Suatu waktu dapat tantangan melatih tari anak-anak yang unik. Hanya mengandalkan kemampuan komunikasi wajah.  Saat itu saya berpikir keras bagaimana menyelaraskan musik dengan tari itu.  Padahal, anak biasa pun tidak mudah dengan musik itu.  Tapi alhamdulillah, dengan bantuan Allah,  menggunakan metode hitungan,  akhirnya terlihat hasilnya. Anak SKHN senang dengan latihan itu,  akhirnya saya pun semangat memberi dan memberi lagi kepada mereka" ujarnya.

Bunda Cece mengatakan,  keberhasilan akan terasa indah jika tantangannya semakin besar.

"Bagi kami, guru SKh, keberhasilan itu tidak muluk-muluk. Tidak seperti guru lain yang merasa berhasil ketika anak didiknya jadi dokter,  dosen,  pejabat atau pegawai. Cukup satu peningkatan, misalnya hanya mengucap kata 'ibu...' itu menjadi sebuah kebanggaan" ungkapnya.

Guru yang khusus mengajar siswa tuna rungu ini mengatakan, saat belajar tidak langsung belajar. "Tapi harus konsentrasi dulu, melihat ke saya dulu, suasananya dibuat senang dulu" lanjutnya.

Khusyuk ikuti kursus bahasa isyarat


Dalam kesempatan itu, siswa SMAT Al Qudwah diberi kesempatan untuk bertanya. Hal ini tidak disia-siakan oleh mereka. Misalnya Cika Putri Azzahra, siswa kelas XI IPA yang bertanya,  "Apa motivasi sehingga tetap sabar dan semangat mengajar, bunda?"

Dengan penuh perhatian, bunda Cece menjawab,  "Mengajar disana adalah ujian kesabaran. Namun, melihat mereka dengan kondisi seperti itu,  membuat saya bertambah rasa syukur"

"Juga menumbuhkan rasa syukur atas keluarga. Dan kami,  menganggap bahwa mereka adalah titipan Allah. Sehingga kami harus tetap mengajar mereka" tukasnya.

Ada banyak pertanyaan dari siswa. Rupanya mereka sangat antusias dengan pemaparan bunda Cece. Dalam kesempatan itu pula,  bunda Cece sedikit membagi cara bagaimana para siswa tuna rungu berkomunikasi. Bunda Cece mengajarkan abjad A-Z, menghitung 1 - satu juta, dan beberapa kalimat, dengan bahasa isyarat tangan. Siswa terlihat semangat mengikuti gerakan bunda Cece.

Hampir satu jam lamanya acara berlangsung. Meski di lapangan upacara sinar matahari sudah beranjak panas, namun semangat siswa terus menyala,  mengikuti banyak makna yang bunda Cece hadirkan.
Siswa SMA Terpadu Al Qudwah memberikan bingkisan untuk Bunda Cece

Dalam penutupnya, bunda Cece berpesan  agar kita mensyukuri hidup kita. "Kita ini jauh lebih beruntung. Dan cara mensyukuri keberuntungan adalah merasih kesempatan yang diberikan oleh Allah.  Jangan pernah mengeluh" pungkasnya.
thumbnail

Rajin Menulis, Guru Asal Lebak Juara Menulis Tingkat Nasional

Berkat rajin menulis di media massa, guru asal Lebak berhasil meraih prestasi pada lomba artikel yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud). Adalah Supadilah, guru di SMAT Al-Qudwah yang meraih juara 2 lomba menulis artikel bertema

Lomba ini mengharuskan karya yang dilombakan harus terbit di koran terlebih dahulu pada rentang Mei 2017 hingga Mei 2018.

Sejumlah artikel yang diterbitkan di Kabar Banten dikirimkan untuk ikut lomba. Hasilnya, artikel dengan judul Ketika Guru Mendengar yang terbit di Kabar Banten pada 29 September 2017 terpilih sebagai artikel terbaik kedua. Supadilah mengaku sejumlah artikelnya dimuat di Kabar Banten. "Kabar Banten sangat mengakomodir minat menulis warga Banten. Alhamdulillah, karya saya sudah 30-an di Kabar Banten" ujarnya.

Kuncinya,  katanya, kebiasaan literasi yang konsisten dilakukan. "Saya rutin membaca apa saja, dan tiap bulan bikin resensi. Selain itu, saya sering menulis  Kabar Banten" katanya.

Para pemenang lomba telah diumumkan pada Juni lalu melalui laman dan media sosial Kemendikbud. Panitia menerima
opini guru berjumlah 419 artikel.  Penyerahan hadiah dilakukan oleh
Didik Suhardi (Sekretaris Jenderal) Kemendikbud).  Mendikbud Muhadjir Effendy juga hadir dalam acara tersebut, berbarengan dengan pengumuman guru berprestasi pada saat itu juga.

Dalam sambutannya, Mendikbud menekankan tentang pentingnya keteladanan guru.
"Keteladanan guru adalah jati diri. 
Pengaruh guru sangat besar bagi peserta didik.  Bahkan dalam beberapa kasus, pengaruh guru mengalahkan pengaruh orang tua" katanya.





thumbnail

Khidmatnya Upacara Peringatan Kemerdekaan di Al Qudwah

Dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-73,  Sekolah Islam Al Qudwah mengadakan upacara bendera pada Jumat (17/8) di komplek pendidikan Al Qudwah, Kalanganyar, Lebak. Upacara dimulai pukul 07.00 WIB.  Bertindak selaku pembina upacara Sanuji Pentamarta.  Hadir pada upacara kepala bidang pendidikan Al Qudwah KH Samson Rahman, dan para pimpinan lembaga serta guru dan siswa Al Qudwah.





Dalam sambutannya, Sanuji menegaskan bahwa kemerdekaan perlu disyukuri dan diisi dengan berbagai peran.

"Bersyukur kita kepada Allah bahwa negeri kita telah merdeka. Pembukaan undang-undang kita menegaskan bahwa kemerdekaan itu adalah berkat rahmat Allah" tegasnya.

Lanjutnya,  syarat berjuang mengisi kemerdekaan ada dua. Pertama,  keimanan kepada Allah. Dengan keimanan yang menghunjam kuat,  kita akan amanah dengan profesi kita. Tidak mau disogok dan berbuat untuk bangsa.

Kedua,  ilmu.  Mengelola negara harus dengan ilmu. Teknologi dimanfaatkan untuk mencetak produk-produk buatan sendiri.

Teriakan Allahu Akbar dan Merdeka..berulang kali memenuhi lapangan upacara. Upacara berlangsung khidmat dan bersemangat. Peserta mengikuti arahan pembina dengan penuh perhatian.

Terakhir,  pesannya  "Jangan sampai dijajah lagi.  Dalam bentuk apapun.
Kelak,  jika kalian jadi pemimpin, pastikan tidak boleh kemiskinan merajalela di negeri kita"

Setelah upacara, diadakan lomba-lomba rakyat diantaranya lomba makan kerupuk , lomba bakiak,  balap karung, dan lainnya.

thumbnail

SMAT Al Qudwah Lounching Program Language Habituation

Sejumlah program digulirkan dalam semangat meningkatkan kemampuan siswa. Dengan semangat ini,  SMAT Al Qudwah menggelar Grand Opening Language Habituation. Mengambil tema "Hold The World With Language" ini dilounching pada Senin (6/8) di aula Granada, komplek pendidikan Al Qudwah.

Pembukaan dibuka oleh moderator dalam tiga bahasa oleh Siti Rahmi (Bahasa Inggris),  Hafiz Al Banna (Bahasa Arab) dan Zainab Jannatani (Bahasa Indonesia).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan, Ustadz Samson Rahman MA,  kepala SMAT Al Qudwah, Iwan Supriana dan guru-guru serta seluruh siswa.

Dalam sambutannya,  Miss Irma mengatakan bahwa program ini sangat penting.
"Not only english language,  but Arabic Language also be program in our School. With language, we can hold the world"

Sejumlah pernyataan tentang program ini. "Dont worry about grammar, word, etc. Just practice it" Irma's says.

Sementara, kepala sekolah, Iwan Supriana mengatakan bahwa program ini menjadi kebijakan sekolah. "Minimal di sekolah kita, we must speak in English. Kuncinya adalah kemauan. Tidak masalah jika kita harus buka dictionary"  tukasnya.

Ustadz Samson Rahman mengatakan,
"We have big dream,  our environment,  our school, language english and arabic is our habbit.  I know,  we from Rangkas,  but it dont be problem for us to use English and Arabic. English use by Fifthy three country. Its important for us to global era".

Grand Opening juga diisi dengan penampilan inspiring story dari Musfiroh Nabila Hakim (XI Putri) ,  puisi dari Mikael Hadinata (X Putra),  puisi (XI Putri), orasi dari Rifky Heriyadi (XI Putra), dan nasyid (XI Putra). Semoga program ini berjalan dengan sukses.

Acara Pembukaan Oleh 3 MC Kondang

 Kabidik, ustadz Samson Rahman MA sedang memberikan sambutan dan membuka acara
 Para siswa terkesan dengan penampilan Grand Opening
 Guru usai Grand Opening

thumbnail

Siswa SMAT Al Qudwah Raih Prestasi di FLS2N Tingkat Provinsi

Siswa SMA Terpadu Al Qudwah berhasil meraih prestasi pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat provinsi yang diadakan pada 24 -  26 Juli 2018 di hotel Marbela, Anyer,  Banten. Sebagai wakil Kabupaten Lebak Musfiroh Nabila Hakim berhasil meraih juara II cabang Desain Poster Putri. Prestasi ini membanggakan keluarga besar SMAT Al Qudwah.

                    Nabila dengan hasil karyanya 


Sebelumnya, di tingkat kabupaten putri dari pasangan Muchamad Luqman Hakim dan Maya Yunus ini meraih juara I sehingga berhak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Siswa kelas XI IPS SMAT Al Qudwah ini mengaku senang menorehkan prestasi tersebut. 

"Tidak ada target mau juara berapa. Ikut lomba saja. Akhirnya menang juara 1 di tingkat kabupaten dan juara 2 di provinsi. Alhamdulillah sekali" ujarnya.

Dalam persiapan menghadapi lomba tahunan itu,  Nabila yang juga santri Al Qudwah Boarding School ini mengaku rajin berlatih. Sering mengotak-atik laptop. Banyak mencoba beberapa konsep desain.  Desain yang dia buat di tingkat provinsi pun berbeda dengan yang di tingkat kabupaten.

Saat lomba, sempat dihadapkan dengan tantangan yang berbeda. Para peserta diminta juri untuk membuat sketsa desain untuk akurasi karya. Sedangkan total durasi lomba yang diberikan adalah delapan jam. 

Delapan peserta dari kabupaten/kota saling unjuk kebolehan membuat poster yang menarik dengan tema Keteladanan Menuju Indonesia Hebat. "Yang penting fokus pada karya kita.  Membuat karya semampu kita" tambahnya.

Kepala SMAT Al Qudwah, Iwan Supriana menyampaikan apresiasi atas prestasi ini.
"Selaku kepala sekolah tentunya sudah menjadi tugas dan kewajiban untuk membantu menggali dan mengembangkan potensi unik yang dimiliki setiap anak didik. Sebagai bagian dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang concern untuk pembinaan pribadi dan karakter islami anak didiknya, SMAT Al Qudwah juga sangat peduli pada potensi yang dimiliki setiap anak didik, baik bidang sains, olahraga, maupun seni. Karena hakikatnya semua ilmu dan potensi yg ada pada diri anak adalah karunia terindah yang Allah berikan dan harus kita tumbuh kembangkan, bukan untuk dikerdilkan" katanya.

Atas prestasi itu, Nabila mendapatkan piala dan uang pembinaan serta beasiswa masuk ke perguruan tinggi di Banten.  Mudah - mudahan di masa mendatang lebih banyak prestasi yang diraihnya.  Mengharumkan nama sekolah dan keluarga juga tentunya. Aamiin. 
thumbnail

MPLS SMAT Al Qudwah Hadirkan Generasi Peduli Masyarakat

Generasi muda adalah bagi dari masyarakat. Oleh karena itu,  kepedulian terhadap sesama adalah penting sebagai bentuk kontribusi yang bisa diberikan oleh mereka. Sebagai bentuk kepedulian itu,  SMAT Al Qudwah pada rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2018 menggelar bakti sosial (baksos) . Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (20/7) di ‬Kp. Dungus Desa. Asem Margaluyu Kec. Cibadak,  Lebak.



Kepala SMAT Al Qudwah, Iwan Supriana M. Pd., mengungkapkan bahwa agenda ini adalah merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
"Hendaknya kita menganggap ini adalah Bagian dari khidmah atau pelayanan kepada masyarakat.  Latihan tumbuhkan empati. Walaupun uang dari orang tua,  tapi semoga jadi jalan untuk berbuat amal" katanya.


Pada agenda baksos,  dibagikan sejumlah 60 paket sembako.  Kegiatan MPLS dilakukan di sekolah selama tiga hari dengan berbagai muatan pengenalan sekolah.  Namun pelaksanaan baksos dilakukan di luar sekolah. tidak hanya kelas X saja yang ikut dalam kegiatan baksos,  tetapi juga kelas XI.



Terlihat antusiasme warga menyambut para siswa. Ini adalah momen yang langka. Mereka senang dengan baksos yang diadakan siswa.  Tidak sedikit warga yang mendoakan siswa yang baksos.

Selain itu,  para siswa juga berbagi ilmu dengan mengajar di Paud Bintang An-Najm di tempat yang sama. Terlihat siswa Paud yang senang dengan kedatangan kakak-kakak SMA.

Ketua panitia MPLS,  Fadli S.Pd.I mengapresiasi semangat siswa. "Mereka begitu semangat melaksanakan kegiatan baksos. Semoga kepedulian mereka terus terjaga dan semoga bantuannya bermanfaat untuk warga" ujarnya.

Menilik tahun sebelumnya,  kegiatan baksos ini rutin digelar setiap kegiatan MPLS. Hal ini merupakan bentuk kebijakan yang tepat dilakukan oleh sekolah dalam upaya berkontribusi membangun karakter positif peserta didik.


(foto : eko) 
thumbnail

Siswa Al-Qudwah Ramaikan Iktikaf

Momentum iktikaf jangan sampai dilewatkan oleh umat muslim. Sebagaimana Rasulullah contohkan, beliau senantiasa mendirikan iktikaf di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Dengan mengikuti iktikaf, semangat beribadah semakin meningkat. Karena biasanya di iktikaf itu kita fokus beribadah dan mengenyampingkan kegiatan lain.

Berharap pahala yang besar dan berlipat ganda didapatkan di momen iktikaf. ramadhan ini, momentum iktikaf tidak dilewatkan oleh siswa SMA Terpadu Al-Qudwah. beberapa siswa terlihat mengikuti kegiatan iktikaf ini.
Kegiatan di iktikaf antara lain tilawah, dengarkan taujih, dzikir, dan ibadah lainnya. Momentum Ramadhan ini haruslah semaksimal mungkin kita manfaatkan. Waktu cepat berlalu. Jangan sampai kita jadi insan merugi karena berlalu Ramadhan.

thumbnail

Desainku




thumbnail

SMAT Al Qudwah Juara 1 Desain Poster Kabupaten Lebak




Pada helatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat  kabupaten Lebak 2018, siswi SMA Terpadu Al Qudwah berhasil meraih juara 1 dalam cabang Desain Poster.

Adalah Mushfiroh Nabilah Hakim yang berhasil memberikan emas untuk SMA Terpadu Al Qudwah. Nabilah sendiri masih kelas X, jadi ajang ini merupakan perdana buatnya.

Lomba diadakan pada 5 Mei 2018 di Rangkasbitung. Dalam menghadapi perlombaan ini, tentunya Nabilah optimal menyiapkannya. Meskipun tidak ada target tertentu.

"Hasil tak pernah membohongi proses. Ini buah ketekunan mu. Barokallah sayang. Siap2 ke Provinsi" ucap Bu Tuti, wali kelas X Putri.

Dengan ini, putri pasangan Bapak Muchamad Luqman Hakim dan Maya Yunus ini
 bersiap untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu ke tingkat provinsi. Semoga persiapan dapat dilakukan dengan lebih maksimal lagi.

Ketekunan, kerja keras, berdoa yg dilakukan Nabilah dalam proses belajar dan latihan bisa jadi contoh utk yang lainnya dalam mengerjakan suatu hal.
 Bahwa kesungguhan dan ikhtiar yg maksimal akan Allah ganti dg buah yang manis
thumbnail

Gradua5ion, Pelepasan Angkatan 5 SMAT Al Qudwah



Kepala SMAT Al Qudwah, Iwan Supriana mengatakan bahwa Nilai-nilai yang selama ini dilakukan di sekolah jangan hilang. "SMA Terpadu Al Qudwah mengupayakan siswanya mampu memberikan kontribusi untuk bangsa dan agama" ujarnya.

Sementara, pendiri yayasan berharap alumni menjadi pilar perbaikan bangsa. "Semoga sembilan siswa dan 29 siswi SMA Terpadu Al Qudwah menjadi pribadi yang mampu memperbaiki kondisi bangsa dan menjadi orang yang sukses" do'anya.


Sanuji juga berharap kehadiran Al Qudwah menjadi sumbangsih untuk bangsa.

Hadir juga kepala KCD yang diwakili oleh Nana Suryana. Dalam sambutannya Nana dengan ramah dan Santai menyapa para calon alumni. "Semoga para alumni, setelah lulus sudah tercerahkan, sudah dimurnikan oleh Al Qudwah. Orang muslim kudu pinter. Lulus juga harus akhlaknya baik. Itu syarat kelulusan" ujarnya.

Dalam acara tersebut juga diselingi tampilan musikalisasi puisi, solo vocal, tampilan slide, SMATA Award, dan lainnya. Hadir para orang tua siswa dari kelas x, xi, dan xii.

Harapan ustadz A'la Rotbi LC ketua yayasan, semoga selama 3 tahun di Al Qudwah menjadikannya sebagai amal jariah.


Pada bagian literasi, yang tidak lepas dari identitas sekolah, diadakan Parade buku dan soft launching. Parade buku yaitu promosi kembali buku yang pernah diterbitkan oleh keluarga besar SMA Terpadu Al Qudwah diantaranya Schoolmate 1, Schoolmate 2, Gulali Guru, Guru Kecil, ingatlah Hari Ini, dan Jejak Juang Para Jundi.

Sehabis zuhur, satu siswi memperkenalkan karya literasinya, Adinda, yang bakal menerbitkan novel perdananya, Answer Me, 17. Semoga karyanya bisa terealisasi.

38 siswa angkatan 5 SMA Terpadu Al Qudwah selesai menimba ilmu di almamaternya. Semoga ilmu yang didapat berguna di kehidupan selanjutnya. Aamiin
thumbnail

Ternyata, Nilai UN SMA Terpadu Al Qudwah Teratas Di Lebak



Nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) siswa SMA Terpadu Al Qudwah unggul di Lebak. Diketahui dari https://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/
, rerata nilai IPS 55,64 yang merupakan urutan tertinggi ke-2 se-Kabupaten Lebak. Sementara, untuk nilai IPA rerata 52,72 di tahun 2017.

Sementara, menilik ke belakang, meskipun di tahun 2016 dan 2015 (saat itu UN berbasis pensil dan kertas/manual), SMAT Al Qudwah mendapatkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) tertinggi yakni di angka 82,74 (2016) dan 83,04 (2015).

 Itu adalah tertinggi di Kabupaten Lebak tingkat SMA sekolah negeri dan swasta untuk Program IPA.

SMA Terpadu Al Qudwah pun diganjar penghargaan /sertifikat atas prestasi ini.

Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) mulai diperkenalkan pemerintah sejak diberlakukannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test(CBT) tahun 2015.

 Sejak tahun itu, UN tidak hanya mengukur pencapaian kemampuan akademik siswa tetapi juga mengukur tingkat kejujuran para pelaku UN.

 Sekolah sebagai penyelenggara UN, memperoleh nilai IIUN yang menunjukkan tingkat kejujurannya dalam melaksanakan UN.
thumbnail

OSK 2018 Lebak Pacu Siswa Cerdas

Pelaksanaan Olimpiade Sains Kabupaten tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Lebak diharapkan mampu cetak siswa yang menguasai ilmu pengetahuan serta menerapkan di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh kepala dinas Pendidikan Provinsi Banten yang diwakili oleh KCD Sargawi saat pembukaan.



OSN Kabupaten Lebak 2018 dilaksanakan di Pondok pesantren La Tansa, kecamatan Cipanas, Lebak.

Sargawi juga mengingatkan, dalam kompetisi tentunya ada yang kalah ada yang menang. "Bagi yang kalah jangan berkecil hati, karena kekalahan adalah kemenangan tertunda" ujarnya.


Sebanyak 9 cabang mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Ekonomi, Geografi, Astronomi, Komputer, dan Kebumian.


Sementara itu. Adrian Mafatihallah, pimpinan Pondok Pesantren La Tansa, mengatakan bahwa, "Siswa harus bisa 3 Ng yaitu Ngaji (belajar Al Quran), Ngeja (belajar ilmu pengetahuan), dan Ngejo (pandai menata rumah tangga)" katanya.

Hadir dalam kegiatan ini kepala sekolah, guru pendamping, dan guru pembina. Diharapkan ajang ini dapat memacu peningkatan penguasaan ilmu pada siswa.

Pada momen itu juga dimanfaatkan untuk konsolidasi pimpinan KCD dengan kepala sekolah. Hal yang disampaikan diantaranya persiapan Ujian Nasional (UN), pelaksanaan USBK, program kurikulum, dan seputar OSN.
thumbnail

Bertambah yang Berkurang

Segala sesuatu itu, jika semakin bertambah banyak maka akan berkurang nilainya, kecuali adab.


Begitu kata kepala bidang pendidikan Sekolah Islam Terpadu, Samson Rahman yang juga kepala pondok pesantren Al Qudwah ini.

Penerjemah buku Latahzan karangan DR Aidh Al Qarni ini mengatakannya bakda zuhur, di hadapan siswa kelas xi dan xii. Siswa kelas x sedang melaksanakan program English Camp di Pare selama sebulan.

Contohnya begini, lanjut beliau, dulu sarjana S1 sedikit jumlahnya. Maka saat itu mereka punya daya tawar yang tinggi. Jika melamar kerja, peluang besar diterima. Tapi saat ini, sarjana S1 sudah banyak. Cari kerja juga susah, malah banyak sarjana yang menganggur.

Tapi, adab yang semakin banyak dalam diri seseorang, nilai orang itu nakin tinggi. Makin dicari orang, makin disenangi orang.

Dari belakang, saya yang tadinya menahan kantuk, perlahan semakin terbuka. Tak mau melewatkan taujih siang itu. Sebenarnya tidak rutin juga ustadz ngasih taujih, hanya sesekali.

Adab itu berkaitan dengan orang lain.Seperti kesopaNan, keramahan, atau sikap hormat.

Jika kalian mau jadi orang yang diterima dimana pun, maka tinggikanlah adab. Jika kalian ingin menjadi generasi yang berbeda, maka perbaguslah adab kalian.

Waktu makan siang sudah masuk. Sebenarnya siswa belum mau beranjak, namun ustadz menyudahi taujih setelah kurang lebih 5 menit. Maka siswa pun undur diri, begitu juga guru. Kecuali kepsek yang diminta tetap tinggal oleh ustadz.
thumbnail

Bedah Buku Menjadi Guru yang Sukses dan Berpengaruh



Pekan ini, bedah buku rutin di guru SMA Terpadu Al Qudwah kembali hadir. Bertempat di ruang perpustakaan, 11 orang guru mengikuti bedah buku. Kali ini pembedah adalah Arni Yulianti dengan moderator Nurhayati.


Buku yang dibedah adalah Menjadi Guru yang Sukses dan Berpengaruh karangan Muhammad Abdullah Ad Duweisy. Buku ini merupakan terjemahan oleh Izzudin Karimi.

Ada potret buruk guru dalam memandang profesinya.

a. Guru dianggap melecehkan profesi, ketika dia mengajar hanya untuk mengeruk materi saja.

b. Menganggap guru sebagai profesi rendahan.

c. Potret guru yang kehilangan ghirah untuk memperbaiki akhlak anak. Terlihat dari aktivitasnya yang hanya mengajar lantas pulang.


Potret yang dikehendaki adalah guru yang:

Satu, Optimistis meraih sumber rezeki, tapi bukan itu prioritasnya.

Dua, Mencari dan memperbaiki generasi, berbakti pada ummat, dan berbakti pada sesama.

Tiga, Mengajarkan kurikulum adalah tugas utama. Keteladanan melalui datang tepat waktu, kedisiplinan, dan akhlak mulia lainnya.

Empat, Menyelipkan kalimat semangat saat mengajar, memberikan nasihat. Meskipun hanya singkat. Juga tidak harus di kelas.

Lima, Guru adalah benih tersembunyi. Tidak sia-sia kalimatnya. Meskipun tidak langsung. Namun tumbuh dikemudian hari.

Enam, Mengajar dengan cinta. Buatlah murid mencintai. Supaya yang kita ajarkan dapat diterima.

Tujuh, Proporsional memberikan nasihat. Jangan terus-menerus. Supaya tidak bosan.

Delapan, Berikan pengetahuan sesuai kemampuan mereka. Sesuai usia dan keadaannya, sampaikan sesuai bahasa anak-anaknya.

Sembilan, sampaikan dengan berbagai metode. Usahakan jangan hanya satu metode saja.
thumbnail

Ini Bukti Al Qudwah Sekolah Literasi

Sekolah Islam Al Qudwah selain terbukti berprestasi dalam bidang akademiknya, sekolah ini juga berprestasi pada literasi. Salah satunya adalah dengan konsistennya menerbitkan buku sebagai bagian dari produk literasi yang digalakkan di sekolah. Bahkan, jauh sebelum program literasi dicanangkan pemerintah.

Terhitung sudah banyak buku karya siswa dan guru Al Qudwah. Diantaranya  komik Tanahair, Schoolmate 1, Schoolmate 2, Gulali Guru, Pelangi Rasa, Ingatlah Hari Ini, Jejak Juang Para Jundi, Parenting Skill, dan Guru Kecil.
Termasuk guru-gurunya yang cukup produktif menulis. Kepala sekolahnya pun sudah mencontohkan. Seperti Abah Apri (Radar Banten), Iwan Supriana (Kabar Banten), Ahmad Rohili (Radar Banten dan Kabar Banten), Supadilah (Radar Banten dan Kabar Banten), dan Nova Diasari (Kabar Banten).
Hal ini bukti bahwa gurunya pun melek literasi. Bukan hanya siswanya. Tulisan di Koran itu menjadi jembatan untuk menyebarkan virus menulis pada siswa.
thumbnail

Pelajar Lebak Bagikan Jilbab di Gerakan Menutup Aurat

Rangkasbitung - Pelajar Lebak yang tergabung dalam paguyuban osis di Lebak dan forum Rohis Nusantara (Fornusa) Lebak mengadakan bagi jilbab gratis pada Ahad (11/2) di alun-alun Rangkasbitung. Sekaligus dalam acara itu diadakan gerakan Say No Valentine. Sebagai upaya untuk menghindari pelajar dari pacaran dan terjerumus seks bebas.

Lebih dari 80 siswa dari SMAN 3, SMAN 1, SMAT Al Qudwah. SMAN 2, dan SMAN 1 Kalanganyar meramaikan acara ini.


"Tebar jilbab dilakukan di depan masjid agung Rangkasbitung. Kalau gerakan Say no to valentine di depan pendopo Kabupaten" terang Miya Mauliya, salah seorang panitia dari SMAT AlQudwah.


Tentu acara ini disambut baik oleh pengunjung Car Free Day. Beberapa remaja putri antusias mendatangi stand untuk mencoba, memilih, dan memakai jilbab yang tersedia.

Seperti diketahui, kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahunnya. Sebagai bentuk kepedulian supaya generasi muda terhindar dari Budaya Barat yang merusak yaitu pacaran. Dan, menutup aurat sebagai bentuk kesadaran melaksanakan ajaran agama.
thumbnail

Menangi Futsal Antar Guru SIT, Al Qudwah cetak 29 Gol (Setahun Lalu)

Tidak hanya siswanya yang mumpuni dalam hal futsal. Guru Al Qudwah pun menunjukkan taji di cabang olahraga ini.

Pada ajang lomba futsal antar guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) tahun lalu, 18 Desember 2016, guru-guru Al Qudwah menang dengan rekor fantastis.

Di laga awal,
Al Qudwah berhasil menang 9 -3 kontra SD Al izzah.

Laga kedua, terjadi hujan gol. Tim futsal
Al qudwah menang  13 - 3 lawan Al fatih.

Laga final, tim
Al qudwah menang lagi 7 - 3 Riyadus shalihin.

Cukup banyak gol yang terjadi.



Rekor yang tercetak adalah

1. Total yang dicetak 29 gol dan kebobolan 9

2. Al Qudwah surplus 20 gol.

3. Semua pemain cetak gol, kecuali kiper.

Laga ini adalah kali pertama terjadi. Saat ini laga serupa belum ada lagi. Tentunya diharapkan bisa menjadi rutinitas tahunan sebagai ajang silaturahim antar guru SIT.

Skuat : Imron, Padil, Yopi, Vicky, Sarya
Taufik, Deni, Eko.
(Jumlah skuat 9 pemain)
thumbnail

Menangi Adu Pinalti, Tim Futsal Al Qudwah Melaju Ke Final

Tim Futsal SMA Terpadu Al Qudwah sukses melaju ke partai final Olimpiade JSIT Korda 1 Banten 2018 yang diselenggarakan pada Sabtu (27/1) di Nurul Fikri Boarding School, Serang.


Skuat futsal SMA Terpadu Al Qudwah dua kali menangi adu pinalti untuk sampai ke final.

Pada laga babak penyisihan pertama, tim futsal SMA Terpadu Al Qudwah bertemu dengan SMAT Al Izzah. Skor kacamata hingga waktu  normal habis membuat laga dilanjut ke adu pinalti. Beruntung, kiper SMA Terpadu Al Qudwah, Tubagus Rian, cukup tangguh di bawah mistar gawang. Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Al Qudwah.

Laga kedua yang dijalani skuat SMA Terpadu Al Qudwah bertemu dengan SMA Peradaban. Cuaca panas di lapangan membuat kedua tim berhati-hati dalam memainkan bola. Namun tidak mengurangi daya serangan kedua tim. Akan tetapi, tidak ada gol yang tercipta pada laga ini. Sehingga laga harus dilanjutkan dengan tos-tosan adu pinalti. Beberapa algojo kedua tim tidak bisa menunaikan tugas dengan sempurna. Bola melambung tinggi atau berhasil digagalkan penjaga gawang. Untuk kedua kalinya, keberuntungan berpihak pada Al Qudwah. Skor akhir adu pinalti 2-1 untuk kemenangan Al Qudwah.

Hari beranjak sore. Langit sedikit menurunkan tetes air yang semakin membesar. Akhirnya pertandingan dialihkan ke lapangan indoor. Namun apa daya, sesampainya disana listrik mati. Padahal maghrib semakin dekat. Setelah lama menunggu, akhirnya ada instruksi untuk kembali ke masjid.

Sekolah pun memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan pertandingan sebab hari sudah malam. Kelanjutan pertandingan akan dibahas kemudian hari.

Namun pencapaian tim futsal Al Qudwah pada ajang Olimpiade JSIT ini semakin meningkat. Setelah sebelumnya tidak mencicipi partai final, kali ini SMA Terpadu Al Qudwah berpeluang meraih trofi.

Skuat futsal SMA Terpadu Al Qudwah
Tubagus Rian (kiper) Akbar (Kiper), Bintang, Aziz, Firman (Kapten), Rifyal, Topan, Dimas, Faris, Wildan.
Coach : Yopi
thumbnail

Panelis Sidang BSUD : Laporan ini Sangat Bermanfaat Dibaca Bupati

Setelah dua pekan menjalani program Bakti Siswa Untuk Desa (BSUD), angkatan 6 SMA Terpadu Al Qudwah atau kelas XI hari ini (Jumat/26 Januari 2018) menjalani sidang presentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk melaporkan hasil pelaksanaan BSUD kepada sekolah. Sidang ini menghadirkan beberapa panelis yang berkompeten yaitu Ustadz Sanuji Pentamarta (Anggota DPRD Provinsi Banten) dan Arif Kirdiat (Relawan Kampung/Tirtayasa, Banten/ S-2 Strategic Studies Nanyang Technological University, Singapura) dan Siti Maryam (Kepala SMPT Al Qudwah).
Firman, sedang memaparkan presentasi kelompoknya 

Pada sidang tersebut, banyak sekali laporan yang sangat bagus untuk diketahui banyak pihak terkait daerah Lebak. Semisal daerah Leuwidamar, meskipun dekat dari ibukota kabupaten, kondisinya masih minim.
 "Akses jalan menuju ke  sana sangat sulit. Jalan bebatuan rusak yang sangat licin jika hujan. Warga disana juga cukup terisolir. Di satu desa itu tidak ada TK atau PAUD" lapor Dimas, salah satu peserta BSUD ini.

Di tempat itu, terhitung hanya ada dua warga yang punya fasilitas MCK. Kebanyakan warga melakukan dolbon atau modol di kebon.

Rumah papan juga masih banyak ditemui. Rumah berdinding dari bambu juga masih banyak. Kadang terasa cemas jika musim hujan. Rumah-rumah itu akan  bocor dari atap-atapnya. "Kalau malam hujan, si Abah tidak tidur. Karena dia bakal kena tetesan atap yang bocor" jelas Dimas.

Hal yang berbeda dialami di Cigemblong. Disana, siswa mengadakan program 7 langsung cuci tangan sebelum makan. Sebagai kepedulian terhadap rendahnya melek kesehatan di daerah tersebut. Seperti yang dikatakan Adi Fikri.

"Anak-anak setelah main langsung makan atau aktivitas lain belum tentu cuci makan. Padahal ini berbahaya buat kesehatan mereka" ujarnya.

Di Sobang, dijumpai kondisi yang tidak beda jauh. Tapi kali ini tentang warga yang buang air besar ke sungai. "Warga banyak yang dolcai. Pemerintah setempat belum bisa mengubah kebiasaan warga. Termasuk buang sampah ke sungai juga" terang Taufik, ketua kelompok BSUD Sobang.

Keterpencilan daerah Sobang justru memunculkan kondisi yang kondusif terhadap pergaulan anak muda di sana. "Jadi kalau sudah maghrib, anak-anak pada ngaji. Kalau tidak di masjid ya di rumah. Tidak ada yang berkeliaran" tambah Latif, anggota BSUD Sobang juga.

Presentasi para peserta BSUD cukup mendapat apresiasi dari panelis. Ustadz Sanuji bahkan mendukung tindak lanjut yang mungkin bisa dilakukan. "Coba kalau kalian bisa mengajak dinas terkait atau lembaga mana yang bisa memberikan program bedah rumah. Itu sangat membantu mereka.

Presentasi para peserta BSUD cukup mendapat apresiasi dari panelis. Ustadz Sanuji bahkan mendukung tindak lanjut yang mungkin bisa dilakukan. "bisa kalian lanjuti dengan mengajak dinas terkait atau lembaga mana yang bisa memberikan program bedah rumah. Itu sangat membantu mereka" ujarnya.

Ustadz Sanuji juga menanyakan tingkat kepedulian warga terhadap Al Quran dan melek bahasa Inggris. "Sebuah daerah akan maju jika warganya peduli dengan Al Quran. Suka ngaji tidak warganya. Juga penguasaan bahasa Inggris, sebagai bentuk meleknya terhadap ilmu pengetahuan" tanyanya.

Sementara itu, Arif Kardiat yang sudah lama berkecimpung dalam penelitian di desa-desa menyoroti pentingnya data yang ditampilkan oleh siswa. "Data-data mikro yang kalian dapatkan sangat penting lho. Bagi para pemegang kebijakan, itu sebagai acuan menentukan dan melaksanakan program. Begitu juga untuk sebuah perusahaan. Harusnya data kalian itu bisa dibaca oleh bupati. Supaya tahu, dengan kondisi daerah yang dipimpinnya. Ada yang sangat terpencil atau terbelit kemiskinan" katanya.

Arif juga menyoroti program yang dilakukan oleh siswa. "Di negara kita, tingkat kesehatan cukup rendah. Di pelosok-pelosok, orang - orang masih minim kepedulian terhadap kesehatan. Ini penting sekali untuk dilakukan kegiatan seperti yang kalian lakukan" imbuhnya.

Arif cukup detail memerhatikan tampilan presentasi siswa. Hal ini membantu siswa untuk memperbaiki laporan BSUD-nya.

  
Siswa berpose dengan panelis usai presentasi 

Siti Maryam, mempertanyakan manfaat dari pelaksanaan BSUD mereka. "Setelah BSUD ini, apa pengaruhnya bagi kalian?" tanyanya.
Hal ini sangat penting Supaya pelaksanaan BSUD memberikan efek positif pada mereka. Tidak lupa kepala SMPT Al Qudwah ini menegaskan pentingnya melibatkan instansi lain dalam pelaksanaan program. "Supaya jangan hanya lingkup Al Qudwah saja yang tahu kita punya program yang hebat ini" tegasnya.
thumbnail

Siswa SMA Terpadu Al Qudwah Sumbang Dana untuk Gempa Lebak



Gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Lebak pada Selasa (23/1). Gempa yang banyak menimbulkan kerusakan dan kerugian itu tentunya menjadi kesedihan bagi siapa pun.

Untuk meringankan beban warga yang kena musibah, siswa SMA Terpadu Al Qudwah menggalang dana di dalam dan diluar sekolah. Penggalangan dana dilakukan oleh OSIS dan siswa SMA Terpadu Al Qudwah.
Sejumlah Rp. 1.160.100 dana terkumpul yang akan diserahkan ke yayasan Islam Qudwatul Ummah yang  akan mendatangi langsung ke lokasi yang terkena dampak.

Bantuan diserahkan oleh perwakilan relawan SMAT Al Qudwah didampingi presiden OSIS kepada Iwan Supriana M. Pd yang didampingi waka kesiswaan Supadilah.

"Kita ingin kirim 1 truck bantuan ke Yayasan kepada yang kena dampak, berupa : Meja/kursi, matrial bangunan, ATK dan perlengkapan/perabotan yang berhasil dihimpun dari para siswa dan orang tuanya.
Untuk itu, pastikan semua siswa/i dan ortunya mendapat info/BC ajakan donasi ini" kata Ustadz A'la Rotbi LC, ketua yayasan.

Bantuan untuk korban gempa masih ditunggu hingga hari Senin. Siapa yang ingin berdonasi silakan menghubungi yayasan di jl. Maulana Hasanudin Kp. Cempa. Ds. Cilangkap, Kec. Kalanganyar.
thumbnail

Laporan Singkat BSUD, Banyak Warga yang Masih Dolbon

Sepekan lewat Bakti Siswa Untuk Desa (BSUD) SMAT Al Qudwah dijalani. Apa kabar mereka? Apa saja yang mereka alami dan lakukan? Bagaimana kondisi lokasi mereka?

Selasa (16/1) kepala SMAT Al Qudwah dan guru menjenguk kelompok BSUD di Leuwidamar, Muncang dan Sobang. Tidak seperti yang dibayangkan, kondisi lokasi BSUD cukup mengejutkan. Leuwidamar yang merupakan lokasi terdekat dari ibukota kabupaten ternyata cukup pelosok, akses jalan yang sulit berupa tanjakan terjal dan rusak, serta kondisi masyarakat yang masih butih perhatian.

Ketua kelompok, Fahmi Fadillah menuturkan, "Masih banyak warganya yang dolbon atau BAB tidak di WC, Pak. Mandi di tempat terbuka. Untuk mandi kita harus angkat air dulu" ujarnya.

Miya, anggota kelompok menambahkan, "Kalau anak madrasahnya cukup prihatin pak, kasihan, mereka sekolah (madrasah) dengan seragam seadanya. Yang dipakai sekolah pagi, dipakai lagi ke madrasah. Ada juga yang pakai baju seadanya".

Akses jalan yang sulit membuat mereka jarang ke luar. "Tidak pernah. Bahan makanan kita nyetok pak", kata Lutfi.

Untuk sampai ke sana pun, mobil sekolah harus beberapa kali menanya ke warga. Supaya tidak nyasar. Juga penasaran, Leuwidamar kok jauh.

Muncang

Kondisi tidak beda jauh di Muncang. Fenomena dolbon masih banyak. Meski pun berada tidak jauh dari jalan raya, warga yang belum memiliki WC sebagai tempat BAB masih banyak.
"Sedikit aja masuk ke gang situ, warganya masih dolbon, Pak" kata Basith.
"Kita pulangnya hari Minggu pak. soalnya
 malam Minggu ada pengajian rutin warga. jadi Kita diundang" lanjut Basith.

Siang itu harusnya mereka mengajar di Madrasah kedatangan guru maka mereka belum berangkat karena ada kunjungan dari sekolah.


Penerimaan warga terhadap siswa cukup bagus. Ketika rombongan sekolah bertanya ke warga untuk menemukan lokasi BSUD, warga yang cukup jauh pun sudah tahu dan menunjukkan lokasi.


Sobang

Selepas dari Muncang, rombongan sekolah menuju ke Sobang dengan lewat Huriang yang jalannya cukup sulit. Medan yang terjal, aspal yang rusak di sana sini. Butuh sekitar 2 jam untuk sampai di desa Ciparasi, Sobang.

Sesampainya di Sobang terlihat base camp dipenuhi anak-anak. Ada yang belajar matematika dan ada yang belajar ngaji.

 "Banyak yang minta  menambah hari BSUD, Pak. Jangan pulang di Sabtu" kata Taufik. Ketua BSUD Sobang.

Latif menambahkan "Sewaktu baksos, pakaian layak pakai cukup diminati warga antusias. Bahkan ada yang minta sampai 5 potong pakaian layak pakai.  Sebenarnya kurang. Tapi ya mau gimana lagi".


Sintia juga melaporkan. "Sini sering mati lampu. kalau mati lampu nggak ada sinyal. Towernya rusak, itu makanya Kami jarang komunikasi dengan luar"

Sebelas jam mengunjungi 3 lokasi BSUD cukup melelahkan. Tapi lihat semangat mereka belajar banyak hal di sana, sungguh membuat optimistis bahwa mereka adalah pribadi yang peduli dan berjiwa sosial yang tinggi.
thumbnail

SMA Al Qudwah Ikuti BSUD


Salah satu tanggung jawab besar di dunia pendidikan adalah menjadikan peserta didik sebagai insan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Implementasi ilmu yang di dapat di sekolah dengan dunia nyata.
Sebagai mana Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya" (HR Ahmad).

Pemerataan pendidikan butuh uluran tangan banyak pihak supaya warga Kabupaten Lebak bisa merasakan pendidikan secara merata dan berkualitas.

Untuk itulah SMA Terpadu Al Qudwah menyelenggarakan kegiatan Bakti Siswa Untuk Desa (BSUD) sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk ikut  memajukan pendidikan di Kabupaten Lebak. Selain itu kegiatan BSUD sebagai salah satu bentuk usaha sekolah untuk menanamkan kemandirian dan kerja sama peserta didik. Supaya peserta didik mendapat pengalaman nyata dari masyarakat langsung.
SMA Al Qudwah secara berkelanjutan melaksanakan program BSUD yang dilakukan oleh kelas XI. Tahun ini ada 6 titik lokasi BSUD yaitu  Cigemblong. Bayah, Muncang, Sobang, Gunung kencana, dan Leuwi damar.



Kepala SMAT Al Qudwah, Iwan Supriana, M. Pd menyemangati siswa untuk melakukan yang terbaik pada kegiatan BSUD. "Selamat menjadi bagian dari masyarakat. Memberikan khidmat terbaik dengan segenap kemampuan" katanya.

Kegiatan ini dilepas oleh kabidik Al Qudwah, Samson Rahman, MA yang berpesan supaya siswa berlaku sesuai target dari sekolah.  "BSUD ini adalah proyek yang luhur. Sebagai social action, bentuk pengabdian kepada masyarakat. Berikan khidmat terbaik, jadilah pelayan. Karena sesungguhnya, seorang pemimpin adalah pelayan" tegasnya.

Pelaksanaan BSUD pada 8 - 20 januari 2018. Selama dua pekan itu, 49 siswa kelas XI berkegiatan bersama warga.

Beberapa agenda yang akan dilakukan adalah bakti sosial, bimbingan belajar, mengaji, perlombaab, silaturahim, pembentukan taman baca, dan lainnya.