thumbnail

Cika Azzahra. Raih 10 Besar Nominasi Lomba Cerpen



Cika Azzahra, siswa kelas XII SMA Terpadu Al Qudwah masuk dalam nominasi 10 besar lomba cerita pendek (cerpen) yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan provinsi Banten.

Lomba cerpen merupakan salah satu rangkaian Festival Literasi 2019 yang diadakan dinas tersebut.

Penghargaan diterima Cika di Graha Pena Radar Banten pada 9 Desember 2019. Cerpennya yang berjudul Pencapaian terpilih dalam sepuluh nominasi tersebut.


Awalnya kurang yakin dengan hasilnya, Cika tak menampik bahwa pesertanya pastilah bersaing dengan ketat. Bersyukur dia Pencapaian setebal 7 halaman berhasil meraih pilihan juri.

Cika memang menyukai literasi. Di sekolah dia masuk klub literasi yang diadakan setiap hari Kamis. Di sanalah dia belajar untuk terus mengungkit kemampuan literasi terutama menulis.

Di SMA Terpadu Al Qudwah, literasi memang mendapatkan porsi perhatian yang cukup besar. Support sekolah berjargon School for global thinker ini terlihat dari alokasi waktu khusus untuk literasi.

Pernah pula dia menjadi juara harapan 1 pada lomba serupa yang diadakan oleh dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten Lebak di tahun lalu.

Baginya, kompetisi serupa penting untuk diikuti. "Berani mencoba, berani ambil risiko" tegasnya.
thumbnail

Keseruan HGN di SMAT Al-Qudwah


Seperti biasa, pada 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Momen itu juga tak mau dilewatkan oleh siswa SMA Terpadu Al Qudwah. Sebab, ini kesempatan untuk menguatkan cinta dan hormat pada guru.


 Nah, di HGN ini, siswa Al Qudwah punya banyak kegiatan. Beberapa hal mirip dengan tahun sebelumnya, tapi banyak juga yang baru.

Misalnya, yang mirip dengan peringatan HGN sebelumnya yaitu ruang guru dikunci. Guru tidak dibolehkan masuk ke ruang guru. Baik ruangan guru putra yang di lantai atas maupun ruang guru putri yang di lantai bawah. Mengacu ke perayaan sebelumnya, pastilah ruangan itu disulap sedemikian rupa. pastilah ada balon, kertas warna, dll.

Yang baru nih, acara di aula. Sebelumya, di beranda sekolah. Selain tempatnya yang berbeda, acaranya juga berbeda.
Ada sambutan dari guru. Lalu pesan dan kesan dari kelas X, XI dan XII. Fadlah mewakili kelas X, Nurhayatus Syifa kelas X, dan Anugrah Fajar Alfarobi dari kelas XII. Beda-beda cara penyampaian mereka. Ada yang mirip ceramah, ngobrol, dan orasi. Iya, orasi. Bahkan kelas XII menyampaikan pula isi pidato fenomenal-nya Mendikbud Nadiem Makarim.

Sambil menyantap makanan yang dihidangkan, guru sangat menikmati acaranya. Ada pembacaan puisi, pemberian hadiah, tes pengenalan, true and dare, menyanyikan hymne guru, dan lain-lain.

Siswa pun mengadakan pemilihan guru terbaik. Ada tiga kategori yaitu guru tertegas, terdisiplin, dan guru terasyik. Yang terpilih adalah Bu Restu Handayani, Pak Supadilah, dan Pak Fajar.

Setelah acara di aula selesai, guru pun dibolehkan masuk ke ruang guru. Benar saja. Ruangan yang didekorasi sedemikian rupa membuat ruang guru menjadi lebih semarak dan berwarna. Tidak itu saja, di meja guru terletak kado yang disiapkan oleh siswa.

HGN menjadi penguat hubungan antara siswa dan guru. Semoga pemaknaan HGN bisa menjadikan siswa dan guru saling menyayangi dan menghargai. Kondisi yang saat ini sering kali hilang dalam dunia pendidikan.
thumbnail

Al Qudwah Raih Sejumlah Juara di Porssiqu Banten 2019



SMA Terpadu Al Qudwah Lebak Banten berhasil meraih sejumlah juara di Pekan Olahraga Seni Sain dan Al Quran (Porssiqu) Korda 1 Banten 2019. Agenda yang rutin dilaksanakan oleh sekolah-sekolah Islam terpadu di Banten ini diadakan pada 22-23 November 2019 di Nurul Fikri Boarding School Cinangka, Serang. Dalam ajang ini, SMA Al Qudwah berhasil meraih 5 juara. Di antaranya juara 1 Futsal, juara 2 OSN MTK,  juara 3 short movie, juara 3 basket, dan juara 3 speech.

Selain untuk mengukur kemampuan diri, kegiatan Porssiqu ini merupakan ajang untuk mengembangkan potensi siswa. Hal yang sangat mendasar dan menjadi perbedaan dalam kompetisi ini adalah semangat silaturahim. Bertema "Kokohkan Ukhuwah, Junjung Tinggi Sportivitas" kegiatan ini diikuti oleh 108 sekolah yang tergabung dalam JSIT se-Banten.

Dikutip dari website www.jsit-indonesia.com, ketua JSIT Banten, Maya Yunus mengapresiasi antusiasme sekolah-sekolah berbasis Islam terpadu dalam mengikuti iven tersebut.

 “Tahun ini sekitar 3.500 peserta, mulai dari TK, SD,SMP dan SMA”, lapornya.

“Porssiqu JSIT juga, selain menjadi ajang tahunan, juga dijadikan sebagai ajang silaturahim untuk memfasilitasi potensi dan bakat anak yang tergabung dalam JSIT Banten" imbuhnya.

Lomba-lomba dalam kegiatan porssiqu di antaranya lomba sains (Matematika-PAI), olah raga adalah (renang, futsal, panahan, basket, senam jsit, dan lainnya),  lomba  Al-Qur’an (MHQ), dan seni (menyanyi solo, lomba nasyid, dan film pendek).
thumbnail

Al-Qudwah Lakukan Supervisi Mutu Sekolah

Untuk meningkatkan mutu sekolah, hari Jumat (15 November 2019), SMA Terpadu Al Qudwah melakukan supervisi mutu. Kegiatan ini merupakan satu langkah dalam memastikan mutu sekolah berjalan memenuhi standard yang ditentukan.
Dalam kegiatan ini, bertindak sebagai supervisor pengawas sekolah Dra. Supriyati, M.Pd. Hadir juga dalam kegiatan itu ketua komite sekolah Rika Wirastuti.

Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Meskipun masih terdapat beberapa kekurangan, insyaallah segera dilengkapi.

“Secara umum supervisi mutu berjalan lancar. Hasilnya bagus. Tinggal melengkapi” kata pengawas, yang akrab dipanggil Bu Upi ini.

Supervisi sekolah merupakan satu kegiatan penting krusial dalam pendidikan yang mendorong perbaikan demi perbaikan untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita bersama.

Cita -cita yang diimpikan oleh lembaga pendidikan, siswa, wali murid, maupun masyarakat secara umum.