thumbnail

MPLS Daring Di Masa Pandemi

Tahun ajaran baru 2020/2022 sudah dimulai. Menurut jadwal, siswa baru pun harus melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, karena menyesuaikan kebijakan di masa pandemi, MPLS pun dilakukan secara daring.



Dimulai pada 13 Juli 2020, MPLS daring dimulai. Memanfaatkan media daring seperti zoom, grup WhatApp dan lainnya.

Meski dengan beberapa keterbatasan, tidak mengurangi besarnya keseriusan civitas SMA Terpadu Al Qudwah menyelenggarakan MPLS ini.

"Kami ingin memberikan yang terbaik pada siswa kami, meskipun kondisinya serba sulit" ungkap kepala SMA Terpadu Al Qudwah, Iwan Supriana.

"Justru dengan kondisi seperti ini, kita ditempa menjadi generasi yang tidak menyerah," ujarnya.

thumbnail

Dewan Guru Tahun Ajaran 2020/2021



1. Kepala Sekolah, Iwan Supriana, M.Pd.




2. Waka Kurikulum, Arni Yulianti



3. Waka Kesiswaan, Ikeu Isrianingsih, S.I.Kom.



4. Waka Humas, Resiana, S.Si.




5. Waka Sarpras, Fadli, S.Pd.





5. Waka Mutu, Supadilah, S.Si














thumbnail

Jelang Bdr Tahun Ajaran Baru, SMAT Al Qudwah Gelar Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran




Tahun ajaran baru sebentar lagi di mulai. Pembelajaran direncanakan akan tetap dilaksanakan secara daring. Salah satu sarana yang dipakai untuk pembelajaran ini adalah menyiapkan video pembelajaran.

Untuk itu, SMA Al Qudwah mengadakan pelatihan pembuatan video pembelajaran yang diadakan pada Jumat (10/7) di aula sekolah.

Sekolah yang beralamat di jl Maulana Hasanuddin Kp Cempa Ds Cilangkap Kecamatan Kalanganyar kab Lebak ini memang masih berada di zona yang dilakukan pembelajaran tatap muka.

"Makanya, kami menyiap video pembelajaran" ujar Pak Padil, selaku instruktur dalam pelatihan ini. Pak Padil terhitung guru SMA Terpadu Al Qudwah juga.





Meskipun guru tidak hadir semuanya, peserta yang hadir dalam kegiatan ini sangat antusias.

Mereka antusias pula menjajal fitur-fitur pada aplikasi pembuat video.

Pembelajaran jarak jauh mesti disiasati dengan berbagai strategi. Termasuk memilih media pembelajaran yang variatif agar tidak bosan.
thumbnail

Raker SMAT Al Qudwah Menyiapkan Pembelajaran Di Masa Pandemi



Menyiapkan program sekolah setiap tahunnya merupakan sebuah keharusan agar sesuatunya berjalan dengan lebih terarah dan lancar. Inilah pula yang diadakan oleh SMA Terpadu Al Qudwah.dalam agenda Rapat Kerjanya (Raker) apalagi dalam kondisi pandemi ini, tentu ada persiapan yang berbeda.

Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, SMA Terpadu Al Qudwah mengadakan rapat kerja sekolah yang diadakan pada Rabu - Kamis (24-25) Juni 2020 di aula gedung SMAT Al Qudwah.

Dalam sambutannya, ketua yayasan Islam Qudwatul Ummah KH A’la Rotbi LC mengatakan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan kondisi pandemi ini.

“Semua mayarakat terkena dampak pandemi. Bukan hanya masyarakat kelas bawah saja yang bekerja keras agar tetap bertahan menghadapi masa pandemi ini, masyarakat kelas atas pun berusaha mendapatkan keuntungan."

“Guru harus bisa memanfaatkan ketersediaan teknologi dalam menghadapi pandemi. Teknologi itu membuat berbagi manfaat semakin mudah. Manfaatkan media untuk menyebarkan ilmu. Guru menggali potensi diri dan menemukan kunci kesuksesannya dalam hidup,” ujarnya.

Dilanjutkannya, guru didorong menjadi partner bagi siswa didik.

“Maknai tri dharma Al Qudwah, yang juga merupakan misi Rasul, agar dimaknai dalam diri guru Al Qudwah yaitu tarbiyah, dakwah, dan khidmat,” tegasnya.

Tiga Karakter Guru Al Qudwah
Dalam melaksanakan tugasnya, guru Al Qudwah hendaknya memiliki tiga karakter yaitu peka terhadap anak didik, mampu mendampingi peserta didik menyiapkan masa depannya, dan mengedepankan kasih sayang.



Komite Sekolah Hadir

Sebagai bentuk sinergis antara orangtua dan sekolah, komite sekolah berkenan hadir dalam raker. ketua Komite, Rika mengatakan bahwa orangtua sangat mendukung kegiatan sekolah.


"Pada intinya, kami yakin sekolah memilihkan yang terbaik untuk anak-anak kami. Di musim pandemi begini memang harus berpikir keras untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran" ujarnya.

thumbnail

Puisi Nurhayatus Syifa Qolbiyah, Juara 1 Lomba Puisi Emir Erlangga


Aku dan Bulan Suci yang Lama Tak Kurindu
Oleh : Nurhayatus Syifa Qolbiyah

 

thumbnail

Desain Ramadhan SMATA




thumbnail

Icon SIT Al Qudwah dan SMATA



Bagi yang ingin mendapatkan logo, ikon SMATA, dan lainnya untuk keperluan desain, silakan unduh di link berikut ini. Semuanya dalam format PNG.



thumbnail

Seleksi Beasantri Al-Qudwah Jenjang SMA (Putra & Putri)



Kami mengajak putra putri terbaik mengikuti Seleksi Beasantri Al-Qudwah

1.Jalur Khusus Tahfidz
a. Lulus Seleksi masuk SMATerpadu Al-Qudwah
b. Tes Verifikasi tahfidz ; Jumlah hafalan mempengaruhi presentase Beasantri
c. Siap mengikuti program takhosus
d. Siap mengikuti arahan program pasca SMA
e. Lulus Tes Wawancara calon santri dan orang tua

2. Jalur Khusus Pretasi
a. Lulus Seleksi masuk SMATerpadu Al-Qudwah
b. Bukti Sertifikat Juara OSN 1/2/3Provinsi & Nasional atau event lomba lainnya
c. Lulus Wawancara calon santri dan orang tua

3. Jalur Khusus Putra Daerah
a. Calon Santri merupakan putra daerah di wilayah Kabupaten Lebak, Banten dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepala Desa Setempat
b. Menyerahkan surat keterangan Kepala Sekolah SMP asal (Keterangan berkelakuan baik; Keterangan tidak merokok ; Keterangan tidak melakukan penyalahgunaan narkoba)
c. Menyerahkan surat keterangan tidak mampu dan surat keterangan domisili dari Kepala Desa
d. Lulus wawancara calonsantri dan orang tua

Waktu Pendaftaran dan Pengumpulan Berkas
23 Maret - 31 Mei 2020
Semua berkas diserahkan langsung ke ruang Fornt Office Yayasan Islam Qudwatul Ummah


Informasi Lengkap :
di https://alqudwah.id/pendaftaran/
WA. 085888200400
thumbnail

Darurat ! Dibutuhkan Segera Gotong Royong Berbasis Komunitas Perangi Covid-19



Surabaya (31/03)— Coronavirus Disease atau Covid-19 berakselerasi dengan cepat bahkan telah berdampak negatif di bidang ekonomi dan sosial. Sementara regulasi lockdown belum diterapkan Pemerintah. Dibutuhkan segera gotong royong berbasis komunitas perangi Covid-19.

Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia; Mohammad Zahri; mengungkapkan perlunya gotong royong berbasis komunitas dengan segera. Hal ini menurutnya ‘darurat’, mengingat lonjakan pandemi bukan hanya tinggi, tapi telah mempengaruhi bidang ekonomi dan sosial. Yang dimaksud berbasis komunitas menurutnya menggerakkan semua lapisan masyarakat secara bahu membahu, tolong menolong atau bekerjasama melawan pandemi dengan berbagai kekuatan komunitas yang ada, tanpa terkecuali di lingkungan terkecil seperti RT atau RW.

“Ini darurat. Kita butuh segera gotong royong berbasis komunitas di tingkat RT atau RW. Lonjakan pandemi telah mempengaruhi bidang ekonomi dan sosial. Sementara regulasi dan kebijakan lockdown belum diterapkan. Komunitas yang ada di seluruh lapisan masyarakat harus bergotong-royong dengan sukarela, saling membantu satu sama lain. Bisa dengan membantu pengadaan alat kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, hand sanitizer, masker, vitamin, dan sebagainya. Bisa juga membantu dalam hal pengadaan sembako, meskipun hanya menyediakan satu nasi bungkus bagi saudara-saudara kita yang terkena dampak korona. Ini bisa digerakkan oleh komunitas-komunitas yang ada di masyarakat sesuai dengan kapasitas dan keahliannya masing. Saya sangat bersyukur jika yang memiliki kelebihan harta bisa membantu yang masih kurang," ungkap Zahri di kediamannya, Surabaya pada Selasa (31/03).

Zahri menjelaskan, gotong royong berbasis komunitas adalah skala kecil. Skala kecil menurutnya lebih mudah dikendalikan, lebih saling mengenal satu sama lain, dan lebih mudah membangunnya. Menurutnya, Indonesia bisa mengatasi ancaman virus ini manakala kita tetap menjaga, disiplin, dengan semangat gotong royong yang merupakan nilai-nilai Pancasila. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi melawan pandemi berbasis komunitas. Dan ini menurutnya dilakukan tidak hanya di pusat melainkan juga menyentuh tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, kelurahan, desa, bahkan sampai RT dan RW.

“Gotong royong merupakan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah perlu membangkitkan budaya gotong royong ini. Berilah contoh dan model, libatkan banyak komunitas terutama di lingkungan seperti ibu-ibu PKK atau karang taruna, bangun nilai-nilai kegotongroyongan dan kemanusiaan sehingga tercipta keadilan. Tentu bukan hanya rakyat kecil. Namun seperti Komunitas Pengusaha, Komunitas Olahraga, Komunitas Pramuka,  Komunitas Dokter, Komunitas Akuntan, Komunitas Pengacara,  Komunitas Psikolog, Komunitas Guru, Komunitas Jurnalis, dan sebagainya,” tegasnya dengan optimis.

Menurut Zahri, darurat gotong royong ini dapat menyelesaikan problem kemanusiaan. Ia berharap, gotong royong berbasis komunitas ini menjadi satu langkah nyata menangani berbagai dampak akibat pandemi korona.

“Bidang garapannya, pertama pencegahan Covid-19 dengan berbagai ikhtiar sesuai keahlian komunitas. Jika komunitas guru, maka bergerak memerangi pandemi dengan edukasi yang efektif kepada semua lapisan masyarakat, misalnya melalui media sosial. Para ulama bisa dengan memberikan nasihat keagamaan, untuk aparat tentu menegakkan kebijakan. Orang kaya menyediakan kebutuhan masker, hand sanitizer, sembako dan lain sebagainya. Begitu juga bagi komunitas lainnya, semua bergerak secara gotong royong. Bidang garapnya sesuai spesifikasi komunitas tersebut. Kedua, penangan kerawanan pemenuhan kebutuhan pokok keluarga terdampak. Hal ini menjadi darurat karena mereka punya keluarga. Dampak pandemi Covid-19 mempengaruhi bidang ekonomi dan sosial masyarakat. Ketiga, kerawanan ekses sosial karena pekerja harian yang sepi, karyawan harian yang dirumahkan, termasuk biaya-biaya hidup rutin seperti pembayaran listrik, pembayaran PDAM, iuran RT, dan lain-lain,” tutupnya.

http://jsit-indonesia.com/2020/03/darurat-dibutuhkan-segera-gotong-royong-berbasis-komunitas-perangi-covid-19/
thumbnail

Belajar Di Rumah Diperpanjang, Ini Imbauan Kepala Yayasan Qudwatul Ummah

Lebak (31/3) - Menanggapi perkembangan terkini wabah virus Covid-19, kepala yayasan Qudwatul Ummah, KH A’la Rotbi, LC mengimbau agar kegiatan belajar dari rumah diperpanjang hingga 16 Mei mendatang. Yayasan Qudwatul Ummah merupakan lembaga yang menaungi TK/RA, SD, SMP, dan SMA Al Qudwah di kabupaten Lebak, Banten.


Hal ini disampaikan A’la Rotbi melalui pesan videonya yang ditujukan kepada keluarga besar Qudwatul Ummah. Dalam video tersebut setidaknya terdapat tiga pesan penting. Pertama, manfaatkan kesempatan belajar di rumah ini, selain untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda dari biasanya, juga untuk menambah kedekatan kepada Allah.

“Masa belajar di rumah yang sangat panjang. Dalam masa itu, marilah kita laksanakan arahan Al Quran dan sunah Rasulullah dan pemerintah dalam mengantisipasi mengurangi penyebaran wabah,” katanya.

Dilanjutkannya, kepada siswa diharapkan agar belajar dengan maksimal di bawah bimbingan guru-guru.

Kedua, orangtua bisa membersamai anak-anaknya belajar di rumah. “Manfaatkan belajar di rumah ini sebagai kesempatan untuk bisa mendekatkan hubungan antaranggota keluarga,” ujar

Ketiga, diingatkan bahwa guru-guru Al Qudwah bukan libur total, tetapi tetap melaksanakan berbagai amanah dari rumah. “Jalankan khidmah dari rumah. Dan jika ada aktivitas yang mengharuskan ke sekolah, diharapkan tetap menggunakan protokol pencegahan Covid-19” pungkasnya.
thumbnail

JSIT Dukung Pemerintah Batalkan UN 2020


Surabaya (26/03) --- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia merespon baik keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang Selasa (24/03/2020), menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), termasuk diantaranya Pembatalan Pelaksanaan UN 2020.

Ketua Umum JSIT Indonesia Mohammad Zahri mengatakan penghapusan UN 2020 di tengah kondisi merebaknya Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat dilakukan Mendikbud.

"Saya menilai langkah yang dilakukan Mas Menteri ini sangat tepat, mengingat kian meluasnya virus Corona di tanah air, sehingga upaya menjaga keselamatan jiwa warga sekolah harus diprioritaskan", ungkapnya.

Lebih lanjut, pria asal Surabaya ini menyatakan, pembatalan UN 2020 yang disebabkan wabah Corona ini, maka siswa harus tetap belajar jarak jauh atau daring, sehingga memerlukan kreativitas, serta tanggungjawab guru dan sekolah.

"Dampak meluasnya wabah Corona, hingga membuat sekolah memperpanjang masa belajar di rumah, akan mendorong para guru dan kepala sekolah lebih mandiri dan kreatif, untuk merancang pembelajaran jarak jauh atau daring", tegas pria berkacamata ini.

Meski UN dibatalkan, lanjut Mohammad Zahri, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang selama ini didengungkan menjadi pengganti UN pun sebaiknya ditunda dulu untuk tahun ini. Hal ini, menurutnya karena belum ada arahan yang jelas dari Pusat.

"AKM yang sebelumnya sempat diwacanakan sebagai pengganti UN di tahun 2021, menurut hemat saya sebaiknya tidak ada untuk tahun ini, karena membutuhkan persiapan yang cukup memakan waktu," tuturnya.

Selain AKM, salah satu rencana yang juga diwacanakan sebagai pengganti Ujian Nasional adalah SK (Survey Karakter).

Menurut Zahri, hal ini bisa diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan sesuai pengembangan karakter yang sudah diterapkan. Dengan begitu, satuan pendidikan akan berlomba-lomba menunjukkan keunikkannya dalam pengembangan karakter yang dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu menyikapi kondisi wabah Corona yang kian meluas, JSIT Indonesia membentuk Tim Tanggap Bencana Covid-19 yang bertujuan untuk berperan aktif dalam penuntasan wabah virus corona, dengan memfasilitasi adanya pelayanan pendidikan, konseling dan pendampingan bagi siswa dan wali murid serta penguatan kelembagaan bagi sekolah dan guru yang terdampak dengan merebaknya virus Corona ini.

Tim ini nantinya juga akan terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya guru dan wali murid. Edukasi akan dilakukan dengan tetap menjaga protokol pencegahan guna mempercepat penanganan wabah corona yang menimpa bangsa ini.

http://jsit-indonesia.com/2020/03/jsit-dukung-pemerintah-batalkan-un-2020/
thumbnail

Antisipasi Penyebaran Covid-19, JSIT Indonesia Dukung Proses Pembelajaran Jarak Jauh

Ketua JSIT Indonesia Mohammad Zahri

Jakarta (16/03) --- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia merespon kondisi merebaknya virus Corona atau Covid-19 di beberapa wilayah yang ada di Indonesia.

Ketua Umum JSIT Indonesia Mohammad Zahri mengatakan sebagai komunitas dan organisasi pendidikan di Indonesia, JSIT Indonesia sudah memberikan arahan dan himbauan, agar mengikuti kebijakan pemerintah dengan melakukan pembelajaran jarak jauh di rumah. "JSIT mendukung kebijakan melakukan _social distancing_ guna melokalisir dan memperlambat penyebaran virus corona di Indonesia, dengan menunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, seluruh kegiatan yang menghadirkan banyak orang," pungkasnya.

JSIT Indonesia, lanjut Mohammad Zahri, sedang berupaya membangun kelas belajar daring guna mendukung proses pembelajaran jarak jauh akibat penerapan penutupan sekolah di beberapa daerah Indonesia. "Alternatif ruang belajar daring harus makin diperbanyak sebagai pelengkap dari ruang belajar yang sudah ada, baik yang gratisan maupun berbayar. Syukur-syukur ruang belajar daring yang dibuat baik perorangan maupun organisasi bisa diakses secara gratis," terangnya.

Sekolah yang diliburkan, kata Mohammad Zahri, tentu memaksa sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring. "Akses yang masif ke aplikasi belajar daring tentu akan menimbulkan kendala teknis terkait kecepatan dan daya tampung. Oleh karena itu memperbanyak alternatif aplikasi belajar daring menjadi pilihan yang masuk akal", urainya.

Menurut Mohammad Zahri, saling berbagi tentang konten pembelajaran jarak jauh perlu terus digencarkan oleh para guru dan komunitas pendidikan. "Terlebih kemendikbud baru saja meluncurkan organisasi penggerak sebagai rangkaian merdeka belajar episode ke 4 tanggal 10 maret 2020, maka organisasi penggerak tersebut dapat mulai membuktikan kiprahnya menggerakkan sekolah-sekolah dalam proses pembelajaran jarak jauh", papar pria asal Surabaya ini mengakhiri.

#alqudwah #jsitindonesia
thumbnail

Struktur SMA Terpadu Al-Qudwah


thumbnail

Upacara Bendera, Amanat Kepsek: Teladan Bukan Hanya Saat Punya Amanah


Senin (10/2/2020) SMA Terpadu Al Qudwah mengadakan upacara bendera. Pada upacara itu, bertindak sebagai petugas adalah pengurus OSIS/MPK dan Rohis.




Upacara berjalan lancar dan tertib. Guru, karyawan, dan siswa ikut dalam upacara itu.

Dalam amanatnya, kepala SMA Terpadu Al Qudwah, Iwan Supriana M.Pd mengatakan bahwa civitas akademika Qudwah harus menjadi teladan. 


 
"Teladan tidak hanya saat ada amanah. Rasulullah pun jadi teladan bahkan sebelum beliau jadi rasul," ujar Iwan Supriana.

"Yang sudah lepas amanah," lanjutnya,  "jangan menghindar dari teladan."

Siapapun bisa menjadi teladan dengan posisinya. Jika setiap pribadi berusaha menjadikan dirinya sebagai pribadi yang menunaikan amanah, dengan sendirinya dia bisa menjadi teladan.